lifestyle

Jepang diperkirakan hanya ada satu anak di masa depan, apa yang sedang terjadi?

Senin, 27 Januari 2025 | 00:33 WIB
Ilustrasi Jepang yang sedang mengalami penurunan angka kelahiran (freepik/tawatchai07)

GENMILENIAL.ID - Angka kelahiran dan pernikahan di Jepang yang terus menurun memicu kekhawatiran serius akan masa depan populasi negara tersebut. 

Berdasarkan laporan dari Japan Times, 6 Januari 2025, jika tren ini berlanjut, Jepang diperkirakan hanya akan memiliki satu anak pada tahun 2720. 

Prediksi ini disampaikan oleh Hiroshi Yoshida, seorang profesor di Pusat Penelitian Ekonomi dan Masyarakat Lanjut Usia Universitas Tohoku. 

Yoshida telah merilis perkiraan jumlah anak ini setiap bulan April sejak 2012, menggunakan simulasi berdasarkan tingkat penurunan populasi tahunan di kalangan anak-anak.

Baca Juga: Resahkan masyarakat, Polsek Pagaden sita ratusan botol miras ilegal jenis ciu di sebuah kios yang berada di jalan raya Pagaden Subang

Menurut data terbaru, tingkat penurunan populasi tahunan pada April lalu mencapai 2,3 persen.

Angka ini menunjukkan percepatan penurunan lebih dari 100 tahun dibandingkan dengan prediksi yang dibuat pada 2023. 

Jika situasi ini tidak segera diatasi, Jepang menghadapi ancaman kepunahan generasi muda di masa depan.

Penurunan angka kelahiran di Jepang

Penurunan angka kelahiran di Jepang menjadi salah satu isu paling krusial. 

Baca Juga: Diduga tabrak tukang bubur, pengemudi diamuk massa hingga bebek belur dan kendaraanya rusak parah

Data dari Kementerian Kesehatan Jepang menunjukkan bahwa angka kelahiran turun menjadi 1,20 pada 2023, yang merupakan tingkat terendah sepanjang sejarah. 

Di Tokyo, angka kelahiran bahkan lebih rendah, yakni hanya 0,99, menjadikannya kota pertama di Jepang dengan angka kelahiran di bawah 1.

Salah satu faktor penyebab utama rendahnya angka kelahiran adalah semakin sedikitnya orang Jepang yang menikah. 

Halaman:

Tags

Terkini