Tapi di balik kerinduan itu, ada harapan. Harapan bahwa suatu hari, kehampaan ini akan terisi dan kembali ada tawa yang menyenangkan.
Baca Juga: Perjalanan Sastra Indonesia, dari dulu hingga kini, seperti apa?
Mungkin, si penulis rindu ini tak bisa menahan kerinduannya lagi. Mungkin, tulisan ini seperti sebuah doa yang terbang tinggi, mencapai seseorang yang tengah merindukannya juga.
Atau mungkin, tulisan ini hanya menjadi saksi bisu dari sebuah perasaan yang terpendam.
Namun, yang pasti, di balik kerinduan ini, ada cerita yang tak terungkap. Ada kepingan kenangan yang menghantui, tapi juga memberi kekuatan.
Dan mungkin, hanya waktu yang bisa menjawab teka-teki ini, memisahkan jarak yang kini terasa begitu jauh.
Dalam kegelapan malam, ketika bintang-bintang menjadi saksi, si penulis rindu ini berharap agar kerinduannya terdengar di angkasa, mencapai hati yang merindukannya.***