Ziarah makam setelah lebaran, tradisi yang sudah dilakukan umat Islam Indonesia puluhan tahun, apa tujuannya?

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Senin, 24 April 2023 | 19:52 WIB
Ziarah makam (Twitter )
Ziarah makam (Twitter )

GENMILENIAL.ID - Di Indonesia, tradisi ziarah makam setelah lebaran merupakan salah satu tradisi yang dilakukan oleh masyarakat muslim setelah merayakan Hari Raya Idul Fitri. 

Ziarah makam setelah lebaran merupakan kegiatan untuk mengunjungi dan mendoakan orang-orang yang telah meninggal dunia, terutama kerabat atau saudara yang telah meninggal.

Ziarah makam setelah lebaran memiliki makna dan nilai yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia, terutama dalam budaya Islam. 

Selain sebagai wujud penghormatan terhadap orang yang telah meninggal, ziarah makam juga dianggap sebagai upaya memperkuat ikatan antara keluarga yang masih hidup dan keluarga yang telah meninggal.

Kegiatan ziarah makam setelah lebaran biasanya dilakukan pada hari-hari tertentu, seperti pada tanggal 1 Syawal atau tiga hari setelah Lebaran. Pada saat itu, banyak orang yang memanfaatkan waktu libur untuk mengunjungi makam kerabat mereka. 

Mereka membawa bunga, dupa, dan makanan untuk diberikan kepada orang yang telah meninggal. 

Baca Juga: Pratu F, prajurit TNI ke-5 yang gugur di Tanah Papua, ditemukan oleh Tim Gabungan TNI-Polri

Bahkan di daerah Subang, tidak jarang orang-orang yang berziarah membawa uang, hal ini ditujukan untuk memberi penjaga makam. Namun biasanya uang tersebut disimpan di atas makam keluarga masing-masing.

Selain itu, mereka juga membaca doa dan memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah dilakukan oleh orang yang telah meninggal.

Di beberapa daerah di Indonesia, tradisi ziarah makam setelah lebaran juga diikuti dengan kegiatan yang lebih besar seperti pengajian, pembagian takjil, dan acara musik tradisional. 

Ada juga beberapa orang juga memanfaatkan kesempatan ini untuk berziarah ke makam orang-orang terkenal atau ulama besar.

Meskipun ziarah makam setelah lebaran telah menjadi tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia selama bertahun-tahun, namun kegiatan ini juga memiliki kritik dari beberapa orang. 

Beberapa orang menganggap bahwa tradisi ini hanya menjadi ajang pamer dan tidak memiliki nilai spiritual yang kuat. Selain itu, beberapa orang juga mengkritik kebiasaan membawa makanan dan minuman ke makam, karena dianggap sebagai pemborosan dan tindakan yang kurang etis.

Maka dari itu, penting untuk diingat bahwa ziarah makam bukan hanya sekedar tradisi yang dilakukan secara mekanis, tetapi memiliki makna dan nilai yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia. 

Baca Juga: Arus mudik lebaran 2023, Presiden Jokowi : Tertinggi sepanjang sejarah

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X