Voucher yang dikumpulkan jemaah nantinya digunakan dalam mekanisme pengundian. Pengundian direncanakan dilakukan satu kali dalam setahun, bertepatan dengan perayaan Milad Ash-Shiddiq atau bulan Syawal.
Baca Juga: Sistem desil jadi bayang-bayang rakyat kecil: Bagi yang dianggap 'kaya', bansos akan terhenti
Untuk Milad ke-8 yang jatuh pada Maret 2027, penyelenggara merencanakan memberangkatkan dua hingga tiga orang jemaah.
Jumlah tersebut masih dapat berkembang bergantung pada antusiasme dan jumlah peserta yang mengikuti program. Target ke depannya diharapkan dapat meningkat menjadi tiga hingga empat orang.
Jika terdapat dua pemenang, penyelenggara akan mengupayakan satu pemenang dari kelompok ibu-ibu dan satu dari bapak-bapak. Begitu pula jika terdapat empat pemenang, pembagiannya akan diupayakan antara bapak-bapak dan ibu-ibu.
Penyelenggara juga membuka kesempatan bagi pihak lain yang ingin menjadi sponsor program tersebut.
Menurut Dicky, sponsor tidak harus menanggung seluruh biaya umrah. Dukungan dapat dilakukan secara patungan dan tetap difokuskan kepada jemaah yang istiqomah mengikuti kajian.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya memakmurkan Masjid Attaufiq Walhidayah sekaligus memberikan manfaat bagi jemaah dan masyarakat sekitar.
Selain Rumasa, upaya memakmurkan masjid juga dilakukan melalui program Jumat Berkah dengan menyediakan makanan prasmanan setiap Jumat.
Bagi penyelenggara, rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari ibadah dan diharapkan menjadi amal jariyah yang manfaatnya dapat terus berlanjut.***