GENMILENIAL.ID - Uni Eropa menyiapkan pembatasan impor mobil hybrid buatan China melalui skema kuota tahunan.
Kebijakan ini menjadi langkah terbaru untuk melindungi daya saing industri otomotif Eropa di tengah meningkatnya pengiriman kendaraan asal Negeri Tirai Bambu ke pasar kawasan tersebut.
Rencana yang disepakati Komisi Eropa itu mencakup kendaraan hibrida atau hybrid electric vehicle (HEV) dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV).
Pembatasan tersebut dirancang sebagai instrumen pengamanan perdagangan atau safeguard measure berdasarkan aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
Baca Juga: Wayan Koster bentak pegawai SPBU, petugas dipaksa kerja non stop?
Langkah ini muncul setelah produsen otomotif China mengalihkan fokus ekspor ke segmen mobil hybrid menyusul penerapan bea masuk tambahan oleh Uni Eropa terhadap mobil listrik murni atau battery electric vehicle (BEV) buatan China pada tahun sebelumnya.
Perubahan strategi tersebut mendorong pertumbuhan pengiriman mobil hybrid China ke Eropa. Kondisi ini dinilai berpotensi meningkatkan tekanan persaingan terhadap produsen otomotif lokal.
Kuota impor mobil hybrid China dibatasi 350.000 unit
Dalam kesepakatan yang disiapkan, kuota awal impor mobil hybrid buatan China ditetapkan sebanyak 350.000 unit per tahun.
Baca Juga: Petaka antrean BBM di Bali: Mobil Chery hantam puluhan motor, polisi bergerak usut tuntas
Kebijakan tersebut dijadwalkan mulai berlaku secara teknis pada Desember 2026 dan direncanakan berjalan selama empat tahun.
Kuota itu juga akan mengalami penyesuaian berupa kenaikan bertahap sebesar 6 persen setiap tahun.
Skema tersebut memberikan ruang bagi impor untuk bertambah, tetapi tetap berada dalam batas yang ditetapkan oleh otoritas Uni Eropa.
Komisioner Perdagangan Uni Eropa Maroš Šefčovič menjelaskan bahwa pembatasan ini dapat mengurangi jumlah kendaraan hybrid China yang masuk ke pasar Eropa dibandingkan proyeksi tanpa kebijakan tersebut.