Kondisi mesin menjadi bagian penting yang tidak boleh dilewatkan. Perhatikan apakah terdapat rembesan oli, kabel yang tampak aus, atau komponen yang terlihat tidak wajar.
Baca Juga: Bensin eceran 1,5 liter dibanderol Rp100–200 ribu di Bali, warganet soroti harga tak wajar
Saat mesin dinyalakan, dengarkan suaranya. Perhatikan pula apakah muncul getaran berlebihan atau suara yang tidak biasa.
Kondisi ruang mesin juga perlu diperiksa untuk menemukan kemungkinan bekas perbaikan.
Jangan langsung menyimpulkan mesin bermasalah hanya karena tampilannya kotor atau terlalu bersih.
Jika belum memahami kondisi teknis kendaraan, mintalah mekanik berpengalaman melakukan inspeksi sebelum transaksi.
Baca Juga: Investor asing jual saham Rp84,99 triliun, apa yang membuat mereka ragu?
3. Telusuri kondisi kolong dan kaki-kaki mobil
Bagian kolong kerap luput dari perhatian karena tidak terlihat ketika kendaraan dipajang.
Padahal, area ini dapat memberikan petunjuk mengenai kondisi kendaraan dan kemungkinan kerusakan akibat benturan.
Periksa kemungkinan karat, bekas benturan pada sasis, serta kebocoran pada komponen kaki-kaki dan transmisi. Kondisi pipa knalpot juga perlu diperhatikan.
Pemeriksaan sebaiknya dilakukan di tempat yang aman dengan bantuan teknisi atau fasilitas bengkel yang memadai.
Baca Juga: Mobil terparkir bisa terbakar, waspadai 10 penyebab berikut
Jangan masuk ke bawah mobil yang hanya ditopang dongkrak tanpa penyangga pengaman.
4. Pastikan dokumen dan legalitas kendaraan sesuai