GENMILENIAL.ID – MotoGP Mandalika 2026 mencatat 157.875 pengunjung selama penyelenggaraan di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Ajang balap motor kelas dunia tersebut juga diproyeksikan menghasilkan dampak ekonomi hingga Rp5 triliun, seiring meningkatnya aktivitas pariwisata dan usaha masyarakat.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai capaian tersebut memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata olahraga atau sport tourism di tingkat internasional.
Baca Juga: Bersaing sengit di balapan kandang, Veda Ega Pratama amankan 10 poin di Moto3 Mandalika
Menurut Widiyanti, MotoGP Mandalika tidak hanya menjadi ajang kompetisi balap, tetapi juga berperan dalam menggerakkan berbagai sektor ekonomi, mulai dari perhotelan, transportasi, kuliner, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"MotoGP Mandalika merupakan agenda strategis nasional dalam pengembangan sport tourism di Indonesia," kata Widiyanti kepada awak media, Senin 12 Oktober 2026.
Penyelenggaraan MotoGP pada Minggu 11 Oktober 2026 memperlihatkan besarnya potensi ajang olahraga internasional dalam menarik kunjungan wisatawan.
Jumlah pengunjung yang mencapai 157.875 orang menjadi salah satu indikator tingginya minat terhadap balapan di Mandalika.
Okupansi hotel Mandalika capai 100 persen
Tingginya kunjungan selama MotoGP Mandalika 2026 turut berdampak pada tingkat hunian hotel di sejumlah wilayah sekitar sirkuit.
Widiyanti mengungkapkan, tingkat okupansi hotel di kawasan Mandalika mencapai 100 persen. Sementara itu, tingkat hunian hotel di Lombok Tengah dan Kota Mataram mencapai 90 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan balapan memberikan peluang ekonomi bagi sektor akomodasi.
Baca Juga: Wajib halal mulai 18 Oktober 2026, UMK perlu cek produk yang belum bersertifikat