“Kami tidak ingin pengunjung hanya melihat deretan produk. Kami ingin mereka merasakan perjalanan sebuah material, dari sesuatu yang dianggap telah mencapai akhir siklus hidupnya menjadi solusi yang kembali memiliki fungsi dan nilai,” ujar Arthur Elmund.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa desain arsitektur dapat menjadi media edukasi untuk menjelaskan proses inovasi material secara lebih mudah dipahami publik.
Baca Juga: Soroti galian C raksasa Kalipuro, aktivis senior minta Polresta Banyuwangi usut hingga TPPU
Komitmen perusahaan dorong ekonomi sirkular
Direktur Keberlanjutan dan Pengembangan Produk PT Impack Pratama Industri Tbk, Sugiarto Romeli, menegaskan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Bagi kami, inovasi bukan hanya menghadirkan produk baru, tetapi juga menemukan cara agar material yang sebelumnya belum dapat dimanfaatkan kembali memperoleh nilai dan fungsi baru," ujar Sugiarto Romeli.
"Sampah plastik multilapis, terutama kemasan saset, merupakan salah satu tantangan terbesar dalam proses daur ulang,” tambahnya.
Ia menambahkan bahwa melalui riset dan pengembangan teknologi, tantangan tersebut dapat diubah menjadi peluang yang mendukung penerapan ekonomi sirkular.
Selain itu, produk Alduro yang digunakan dalam booth diproduksi oleh PT Sirkular Karya Indonesia (SKI), bagian dari Impack Group yang fokus pada pengembangan material bangunan berbasis daur ulang.
Selama pameran berlangsung, pengunjung juga dapat berkonsultasi langsung dengan tim Impack, melihat sampel material, serta mengeksplorasi berbagai solusi bangunan dari berbagai brand unggulan.
Melalui inovasi ini, Impack menegaskan bahwa sampah plastik bukan sekadar limbah, melainkan sumber daya yang dapat diolah kembali menjadi material bernilai tinggi yang bermanfaat bagi industri dan lingkungan.***