Sekretaris Perusahaan PT ANTAM Tbk, Wisnu Danandi Haryanto, menyampaikan bahwa program ini mencerminkan pendekatan keberlanjutan yang menyeluruh.
“Program Garitan Kalongliud menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan aspek lingkungan, tetapi juga mencakup penguatan ekonomi dan ketahanan sosial. ANTAM meyakini bahwa pendekatan berbasis ekosistem mampu menciptakan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Wisnu, model pertanian sirkular yang dikembangkan di Kalongliud diharapkan menjadi referensi penguatan desa berbasis potensi lokal sekaligus mendukung strategi keberlanjutan perusahaan dalam menjaga stabilitas sosial dan lingkungan di sekitar wilayah operasional.
Dari lahan tidur yang kembali produktif, Kalongliud menunjukkan bahwa pemulihan desa dapat dimulai dari sistem yang tepat, membangun ketahanan pangan dan ekonomi secara berkelanjutan dari tingkat akar rumput.***