karir-bisnis

Hasto Kristiyanto kritik proyek kereta cepat Whoosh, pertanyakan prioritas di tengah kebutuhan dasar rakyat

Sabtu, 1 November 2025 | 17:31 WIB
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto menyampaikan beberapa kritik terkait kereta cepat Whoosh (YouTube/PDI Perjuangan)

GENMILENIAL.ID – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri berulang kali mempertanyakan urgensi pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh.

Menurut Hasto, Megawati menilai proyek tersebut bukan prioritas mendesak di tengah banyaknya kebutuhan rakyat di sektor pendidikan, pertanian, dan infrastruktur dasar yang belum merata.

“Saya menjadi saksi bagaimana Ibu Mega berulang kali menyampaikan, apakah rakyat memerlukan kereta api cepat tersebut,” ujar Hasto kepada wartawan, Sabtu, 1 November 2025.

Baca Juga: Trump dan Xi Jinping bertemu di Korsel, sinyal redanya perang dagang AS-China setelah aksi saling balas tarif pelabuhan

Ia menambahkan, Megawati menilai pemerintah seharusnya lebih fokus pada kebutuhan fundamental rakyat seperti ketersediaan pupuk, pembangunan bendungan untuk petani, serta peningkatan akses pendidikan.

“Bukankah kebutuhan rakyat untuk pendidikan, bendungan-bendungan bagi petani, dan pupuk jauh lebih penting?” lanjutnya.

Soroti perubahan kebijakan dan beban utang

Selain mempertanyakan urgensi proyek, Hasto juga menyoroti perubahan arah kebijakan dalam pelaksanaan proyek kereta cepat yang sebelumnya diklaim tidak menggunakan jaminan negara.

Baca Juga: Jasindo dan Bahana Sekuritas kolaborasi kuatkan ekosistem IFG, hadirkan galeri investasi dan edukasi keuangan

“Kita lihat ada beberapa perubahan-perubahan kebijakan,” ujarnya.

“Dimulai dari tidak adanya jaminan negara, berubah ternyata ada jaminan negara,” tambahnya.

Menurut Hasto, perubahan tersebut menunjukkan inkonsistensi kebijakan dan berpotensi menimbulkan beban keuangan bagi negara.

Megawati usulkan pembangunan double track di daerah

Hasto mengungkapkan, Megawati sempat mengusulkan alternatif pembangunan berupa jalur ganda (double track) di berbagai wilayah, termasuk di Sumatera.

Halaman:

Tags

Terkini