GENMILENIAL.ID — CEO Promedia, Agus Sulistriyono, menegaskan bahwa Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN) harus dijaga agar tetap menjadi penggerak ekonomi rakyat, bukan ajang proyek pribadi oknum tertentu.
Sulis menilai MBG bisa menciptakan efek domino ekonomi, membuka lapangan kerja, menyerap bahan baku lokal, dan memperkuat UMKM.
Namun, ia menyoroti praktik 'komisi sana-sini' yang muncul dan bisa mencederai tujuan program.
Baca Juga: Mentan Amran cabut izin 2.039 kios pupuk bersubsidi, kerugian petani ditaksir Rp600 miliar
“Isu seperti itu harus dibersihkan. Jangan sampai ada oknum ‘tukang olah proyek’ yang merusak program unggulan Presiden,” tegas Sulis.
Menurutnya, keberhasilan MBG tak hanya soal gizi anak sekolah, tapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 6–8 persen, sesuai target Presiden Prabowo.
Ketua Umum Jaringan Pemred Promedia, Sunardi Panjaitan, menambahkan, keterlibatan produsen lokal masih minim di beberapa daerah.
Baca Juga: Partai Buruh kritik Program Magang Nasional, sebut hina lulusan sarjana dengan gaji UMP
Ia menekankan perlunya memperluas keterlibatan produsen desa agar manfaat ekonomi dirasakan merata.
BGN memastikan proporsi bahan pangan lokal terus ditingkatkan, termasuk susu segar dan produk pertanian desa, agar MBG tetap menjadi fondasi gizi nasional sekaligus pendorong pertumbuhan ekonomi rakyat yang berkeadilan.***