GENMILENIAL.ID — Peran Chief Information Officer (CIO) kini tak lagi sekadar mengurus sistem dan anggaran IT. Di era digital, mereka justru menjadi penentu arah bisnis perusahaan.
Salah satu strategi yang kini banyak dibicarakan adalah customer zero, yakni kebijakan perusahaan untuk menggunakan produknya sendiri secara internal sebelum ditawarkan ke publik.
“Forbes dalam laporannya pada Jumat, 5 September 2025, menyebut strategi ini membantu CIO memastikan kualitas produk sekaligus memperkuat inovasi,” tulis laporan tersebut.
Dengan konsep ini, CIO dapat lebih dulu mengetahui keunggulan dan kelemahan produk, lalu memperbaikinya sebelum dilempar ke pasar.
Dampaknya, kualitas lebih terjamin dan risiko reputasi bisa ditekan.
Contoh nyata: Databricks
Praktik customer zero salah satunya diterapkan di Databricks. Perusahaan teknologi ini menggunakan produknya sendiri di lingkungan internal, sehingga tim IT menemukan banyak ide perbaikan dan inovasi baru.
“Banyak pembaruan produk Databricks berawal dari pengalaman tim internal yang lebih dulu mencobanya,” ungkap Forbes.
Baca Juga: TNI hormati aspirasi 17+8, termasuk tuntutan kembali ke barak
Dekat dengan bisnis dan pelanggan
Strategi ini juga membuat CIO lebih dekat dengan sisi bisnis. Mereka bukan hanya mengurus teknologi, tapi ikut membentuk kepuasan pelanggan.
“CIO bisa menjadi duta terbaik perusahaan dengan jujur menceritakan pengalaman nyata, termasuk kesalahan dan tantangan yang dihadapi,” jelas Forbes.
Kejujuran itu justru dinilai meningkatkan kepercayaan pelanggan karena produk yang dipasarkan lahir dari pengalaman internal terlebih dahulu.