GENMILENIAL.ID – Industri asuransi jiwa Indonesia mencatatkan kinerja cemerlang di kuartal I 2025 dengan laba setelah pajak mencapai Rp5,3 triliun, tumbuh signifikan sebesar 132 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Capaian ini didorong oleh peningkatan premi lanjutan dan penurunan klaim, khususnya dari Produk Asuransi Yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI) yang turun sekitar 28,6 persen secara tahunan.
Premi bruto industri asuransi jiwa naik 1,5 persen YoY menjadi Rp40,68 triliun, sementara klaim turun 14,1 persen YoY.
“Industri ini mampu beradaptasi melalui pemanfaatan teknologi dan penyesuaian terhadap kebutuhan konsumen,” ujar Denny S. Adji, Sekretaris Perusahaan IFG (Indonesia Financial Group), holding BUMN sektor asuransi dan penjaminan.
Sementara itu, sektor asuransi umum justru mengalami tekanan. Pendapatan premi stagnan bahkan turun tipis -0,04 persen YoY, sementara klaim meningkat 4,5 persen YoY, terutama pada lini properti dan asuransi kredit.
Melihat dinamika tersebut, IFG mendorong transformasi struktural industri ke arah yang lebih resilien dan terintegrasi dengan sistem keuangan nasional.
Baca Juga: 281 Penumpang selamat dalam insiden anjloknya KA Argo Bromo Anggrek di Subang
“Industri asuransi dituntut tidak hanya bertahan, tetapi juga memperluas kontribusinya,” tegas Denny.
Sebagai bentuk komitmen, IFG menggelar forum diskusi "IFG Media Brief: Insurance Industry Outlook – Challenges and Opportunities" pada 30 Juli 2025 di Jakarta.
Forum ini menghadirkan tiga peneliti IFG Progress yang membahas secara mendalam tantangan industri, outlook ekonomi makro, serta potensi ruang tumbuh di sektor asuransi jiwa dan umum.
Forum ini juga menjadi sarana untuk mendorong literasi publik dan membangun narasi positif bahwa asuransi memiliki peran strategis dalam ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.***