karir-bisnis

IFG dorong transformasi asuransi nasional hadapi tekanan global lewat dialog strategis

Rabu, 30 Juli 2025 | 20:24 WIB
IFG gelar dialog strategis bersama media di Graha CIMB Niaga, Jakarta pada Rabu, 30 Juli 2025 (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID – Indonesia Financial Group (IFG) menegaskan komitmennya membangun ekosistem industri asuransi yang tangguh dan berdaya tahan di tengah tekanan global dan domestik.

Melalui forum IFG MEDIA BRIEF: Insurance Industry Outlook – Challenges and Opportunities yang digelar Rabu, 30 Juli 2025 di Graha CIMB Niaga, Jakarta, IFG membuka ruang dialog strategis bersama media untuk mengurai tantangan dan peluang sektor ini.

Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji menyatakan, keberlanjutan industri asuransi tidak bisa dilepaskan dari perannya dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Baca Juga: Dukung kesetaraan ekonomi, PT Dahana serahkan alat sablon ke difabel Subang

“Industri asuransi kini memikul peran strategis sebagai instrumen keuangan yang memberikan perlindungan terhadap risiko. Integrasi kebijakan, pengawasan adaptif, dan literasi publik menjadi pondasi ekosistem terintegrasi,” ungkap Denny.

Denny juga menyoroti tantangan struktural yang kini dihadapi sektor asuransi, mulai dari ketidakpastian global, tekanan inflasi, hingga peningkatan klaim pada asuransi umum.

Namun di balik tantangan itu, ia melihat peluang reformasi kebijakan, digitalisasi layanan, dan penguatan tata kelola.

Baca Juga: BP4D dorong perbaikan layanan dasar, Subang target naik peringkat SPM Jawa Barat

“Industri asuransi perlu menata ulang pendekatan bisnis dengan menempatkan tata kelola, inovasi, dan integrasi sebagai fondasi utama,” tegasnya.

Dalam paparannya, Denny juga menekankan posisi penting industri asuransi dan dana pensiun sebagai investor strategis di pasar keuangan, dengan alokasi aset dominan pada Surat Berharga Negara (SBN) dan obligasi.

Forum ini menghadirkan pemaparan dari para peneliti IFG Progress, seperti Ibrahim Kholilul Rohman, Mohammad Alvin Prabowosunu, dan Rosi Melati.

Baca Juga: Maruarar Sirait janji bonus Rp100 juta untuk pemain Timnas U-23, Erick Thohir: Itu berkah untuk sepak bola

Mereka membahas tantangan makroekonomi, performa asuransi jiwa dan umum, hingga arah kebijakan ke depan berbasis riset data.

Melalui tema “Insurance as an Integrated Economic System”, IFG ingin membangun persepsi bahwa asuransi bukan sekadar proteksi, tetapi instrumen penting dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Halaman:

Tags

Terkini