karir-bisnis

Masuk top 8 SWF dengan aset terbesar di dunia, Danantara bakal kelola aset negara RI Rp300 triliun hasil efisiensi anggaran

Rabu, 26 Februari 2025 | 02:02 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto saat acara peresmian Daya Anagata Nusantara (Danantara) (Instagram.com/@prabowo)

GENMILENIAL.ID - Peresmian Daya Anagata Nusantara (Danantara) oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Senin, 24 Februari 2025 kini hangat diperbincangkan publik tanah air.

Prabowo menilai, Danantara sebagai kekuatan ekonomi dan investasi yang menjadi 'energi' masa depan di Indonesia. 

"Danantara bukan sekadar badan pengelola investasi," ucap Prabowo dalam acara peresmian Danantara di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Senin, 24 Februari 2025.

"Lebih dari itu, Danantara harus menjadi instrumen pembangunan nasional yang mampu mengoptimalkan pengelolaan kekayaan Indonesia dengan standar transparansi dan akuntabilitas yang tinggi," lanjutnya.

Baca Juga: Termasuk di Papua Tengah, Badan Gizi Nasional klaim program Makan Bergizi Gratis sudah dilakukan di seluruh wilayah Indonesia

Di sisi lain, badan pengelola investasi (BPI) Danantara ini nantinya akan mengelola aset negara hasil dari efisiensi atau penghematan anggaran pemerintah RI. Berikut ulasan selengkapnya.

 

1. Kelola Rp300 triliun hasil efisiensi anggaran

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menjelaskan dana negara senilai Rp300 triliun hasil efisiensi anggaran akan dikelola Danantara dan dimanfaatkan untuk mendukung 20 proyek nasional.

"Dalam 100 hari pertama (kerja), kami berhasil mengamankan lebih dari Rp300 triliun," tegas Prabowo.

Prabowo menyebut, dana itu sebelumnya terhambat oleh korupsi hingga alokasi anggaran yang kurang tepat sasaran.

Baca Juga: Kepala BGN pastikan MBG tetap dilaksanakan seperti biasa, menu telur rebus hingga kolak jadi pertimbangan

"Dana yang sebelumnya terhambat oleh inefisiensi, korupsi, dan belanja-belanja yang kurang tepat sasaran," ungkapnya.

2. Prabowo: Kita tidak mau lagi 'jual murah' 

Halaman:

Tags

Terkini