“Untuk Subang ini, bicara Subang lah, agar Pemerintah Subang bisa semuanya memfasilitasi terkait dengan pertanian,” ujarnya.
Hal itu dilakukan agar generasi nanti di Kabupaten Subang, utamanya dalam bidang pertanian tidak kekurangan dalam penyediaan stok makanan.
“Agar generasi kita yang notabenenya buat makan jangan sampai ini kekurangan stok-stok makanan untuk makan kita sendiri,” imbuhnya.
Saat dirinya masih menjabat di legislatif, H. Narca pun menyebut bahwa ia seringkali melakukan pemantauan terkait regulasi kebijakan yang menyangkut kehidupan para petani.
Baca Juga: KPK tetapkan tiga tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan APD di Kemenkes
“Makanya kan kemarin begitu musim tanam pupuk subsidi langka juga kan saya ngomong, saya langsung kontak kepala dinas agar secepatnya pupuk subsidi dikeluarkan,” ungkapnya.
Selain soal kelangkaan pupuk subsidi, regulasi ataupun kebijakan terkait impor yang berbarengan dengan musim panen petani juga seringkali jadi masalah yang membuat harga gabah dan beras petani jadi anjlok.
“Hal-hal lain begitu ada impor datang jangan dulu dipasarkan ke pasar-pasar, karena ini petani lagi panen raya, kalau misalkan impor datang dikirim ke pasar-pasar, nanti bisa mempengaruhi harga beras lokal anjlok,” kata H. Narca.
“Oleh karena itu, jangan dulu, simpen dulu di dolog, jangan dulu dikeluarkan agar harga beras lokal stabil,” tambahnya.