Pada kesempatan yang sama, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh Malik Musa mengatakan bahwa sudah selayaknya untuk membuka prodi kehutanan, untuk Pemuda Muhammadiyah agar membuka perkebunan kelapa sawit.
"Muhammadiyah sudah merancang bagi seluruh Kabupaten/Kota agar memprogramkan berkebun dan ini sudah disampaikan kepada pemerintah daerah agar kita dapat diberi lahan yang produktif." kata Malik Musa.
Ia pun berharap agar BPDPKS memberikan kesempatan kepada Universitas Muhammadiyah Aceh untuk membantu mendirikan program studi sawit.
Selanjutnya Pemuda Muhammadiyah pun harus serius didalam membina hubungan ini, agar produksi sawit dan turunannya dapat kita manfaatkan dengan baik.
Kemudian Kepala Divisi UKMK BPDPKS, Helmi Muhansyah mengatakan bahwa pihaknya sangat bersyukur sekali dapat berkolaborasi dengan Muhammadiyah dan ini merupakan kali pertama divisi yang ia pimpin bekerja sama dengan Muhammadiyah.
“Kami berharap ini menjadi satu inspirasi kedepannya bagi warga Muhammadiyah, dari Aceh kita menyampaikan kebaikan-kebaikan sawit,” kata Helmi Muhansyah
"Jika kita merujuk pada data dibulan Oktober dikeluarkan oleh statistik, dalam satu bulan kita sudah bisa menghasilkan devisa 20 T. kalau dilihat APD Kota Banda Aceh satu tahun 1,2 T," sambungnya.
Lanjut Helmi, sawit mempunyai peran yang cukup besar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara kita, terutama untuk devisa. Ia juga menjelaskan bahwa sawit ada 2, pertama dari sisi ekspornya yang kedua dari sisi penghematan inpor.
"Karena kita punya produsen B35, B40 bagai mana sawit dicampur dengan solar menjadi bahan bakar," terangnya.
Helmi pun menerangkan jika semua hal tersebut tidak ada, tentunya akan berpengaruh pada devisa bagi negara.
“Kami dari BPDPKS menyampaikan kegiatan ini menjadi langkah awal dari PWPM Aceh, UNMUHA, PWM Aceh ini bisa menjadi tonggak yang mengilhami Muhammadiyah di seluruh Indonesia," ucap Helmi.
"Agar ekonomi kita menjadi berkembang dengan cara berwirausaha yang berbasis UKMK Sawit, dan kita berharap titiknya untuk Muhammadiyah adalah pengawal dari Provinsi Aceh ini," tambahnya.