GENMILENIAL.ID - BUMD Kabupaten Subang, Perumda Tirta Rangga Subang (TRS) mengikuti seleksi Investment Challenge antar Kabupaten dan Kota di Jawa Barat yang digelar oleh DPMPTSP Jawa Barat dan Bank Indonesia perwakilan Jawa Barat.
Dalam kegiatan tersebut, Pemda Subang telah mengajukan Perumda TRS untuk mengikuti program Investment Challenge atau West Java Investment Summit 2024.
Dari 27 Kabupaten dan Kota yang mengikuti kegiatan tersebut, pihak DPMPTSP Jabar telah melakukan seleksi menjadi 10 besar, setelah itu diseleksi kembali menjadi 5 besar.
Dari hasil seleksi yang masuk kedalam 5 besar tersebut, Perumda TRS masuk kedalam urutan pertama menjadi salah satu perusahaan yang mendapat penghargaan.
Direktur Perumda TRS, Lukman Nurhakim mengatakan bahwa untuk bisa masuk kedalam 5 besar tersebut pihaknya melakukan persentasi terkait projek pelayanan air bersih untuk kawasan Patimban dan sekitarnya.
“Kami Perumda Tirta Rangga mengajukan Projek SPAM (Sistem Pengolahan Air Minum) itu SPAM Patimban, kami menawarkan, mengajak investor untuk berinvestasi, dalam rangka pemenuhan air bersih atau air minum ke Pelabuhan Patimban,” ujarnya.
Untuk menawarkan projek tersebut, kata Lukman, pihak Perumda TRS melakukan persentasi diberbagai kota yang kemudian masuk kedalam seleksi terakhir dengan urutan pertama 5 besar yang mendapatkan penghargaan.
“Persentasi di Kuningan, Bandung kemudian terakhir di Jakarta, masuk 10 besar, dari 10 besar diseleksi lagi kita masuk ke 5 besar di Jawa Barat dan ke 5 besar inilah yang kemarin menerima penghargaan,” kata Lukman.
Sedangkan untuk para dewan juri pada program Investment Challenge tersebut yaitu dari Kementerian BKPM, Bank Indonesia, DPMPTSP Jawa Barat, konsultan atau tim ahli investasi dan PT Pembangunan Insfrastruktur.
Adapun yang menjadi indikator penilaian para dewan juri yaitu dilihat dari sisi kelengkapan, kelayakan, kebutuhan termasuk hubunganya dengan kemajuan suatu daerah.
“Kita diseleksi dan loloslah, artinya apa? projek yang kita tawarkan itu dinilai dari sisi kelengkapan, dinilai dari sisi kelayakan, kemudian kebutuhan, artinya penting tidak untuk kemajuan sebuah daerah?,” paparnya.