karir-bisnis

Investasi pasif, seperti apa dan bagaimana memulainya?

Minggu, 30 Juni 2024 | 20:16 WIB
Ilustrasi (Pixabay_Tumisu)

GENMILENIAL.ID – Dalam dunia keuangan yang penuh dengan dinamika dan ketidakpastian, banyak investor mencari cara yang lebih stabil dan mudah dalam berinvestasi.

Salah satu pendekatan yang semakin populer adalah investasi pasif. Apa sebenarnya investasi pasif itu dan bagaimana cara memulainya? Mari kita telusuri lebih lanjut.

Apa itu investasi pasif?

Investasi pasif adalah strategi investasi yang bertujuan untuk meminimalkan aktivitas perdagangan dan mengurangi biaya transaksi dengan cara membeli dan memegang aset dalam jangka panjang.

Alih-alih mencoba mengalahkan pasar dengan membeli dan menjual saham berdasarkan prediksi pergerakan harga, investor pasif memilih untuk mengikuti indeks pasar yang luas seperti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) atau indeks S&P 500.

Baca Juga: Pentingnya menyiapkan dana darurat, langkah kritis untuk stabilitas keuangan

Strategi ini didasarkan pada keyakinan bahwa pasar akan memberikan hasil yang lebih baik dalam jangka panjang dibandingkan dengan upaya individu untuk mengalahkan pasar melalui perdagangan aktif.

Dengan demikian, investor pasif sering menggunakan reksa dana indeks atau dana yang diperdagangkan di bursa (Exchange Traded Funds atau ETF) untuk mencerminkan kinerja pasar secara keseluruhan.

1. Keuntungan investasi pasif

Biaya rendah

Karena investasi pasif tidak memerlukan banyak perdagangan, biaya transaksi dan manajemen cenderung lebih rendah dibandingkan dengan investasi aktif.

Diversifikasi

Investasi pasif memungkinkan investor untuk memiliki portofolio yang terdiversifikasi dengan baik, karena mereka berinvestasi di seluruh indeks pasar yang mencakup berbagai sektor dan perusahaan.

Baca Juga: Sinopsis Film 'The Acolyte' kisah epik di ujung kegelapan dan cahaya

Menghindari bias emosional

Halaman:

Tags

Terkini