Menanti janji swasembada pangan di balik target pemerintah hentikan impor beras dalam 3 bulan ke depan

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Jumat, 10 Oktober 2025 | 10:19 WIB
Pemerintah Indonesia mengklaim bahwa segera mencapai swasembada beras dalam beberapa bulan ke depan (indonesia.go.id)
Pemerintah Indonesia mengklaim bahwa segera mencapai swasembada beras dalam beberapa bulan ke depan (indonesia.go.id)

GENMILENIAL.ID – Pemerintah kembali menegaskan tekad untuk mencapai swasembada beras.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan Indonesia tidak akan melakukan impor beras dalam dua hingga tiga bulan ke depan, seiring meningkatnya produksi nasional.

Pernyataan itu disampaikan Amran usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis 9 Oktober 2025.

“Dua bulan ke depan, kurang lebih tiga bulan insyaallah Indonesia tidak impor lagi. Mudah-mudahan tidak ada iklim ekstrem, kita swasembada,” ujar Amran kepada awak media.

Baca Juga: Pemerintah wacanakan 100 ribu kuota magang bergaji, mampukah serap tenaga muda?

Langkah penghentian impor ini menjadi sinyal kepercayaan diri pemerintah terhadap kemampuan produksi nasional, sekaligus mempercepat target kemandirian pangan yang sebelumnya dicanangkan Presiden Prabowo untuk dicapai dalam empat tahun setelah 2024.

Produksi naik, optimisme menguat

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras nasional hingga saat ini mencapai 33,1 juta ton, dan diperkirakan menembus 34 juta ton pada akhir 2025.

Angka ini naik signifikan dari capaian tahun 2024 yang berada di kisaran 30 juta ton.

Baca Juga: Wacana pemutihan tunggakan BPJS Kesehatan menguat, perlu payung hukum dan kesadaran peserta

“Januari–November, perkiraan produksi kita 34 juta ton di akhir tahun. Dibanding tahun lalu, produksi kita 30 juta ton,” ungkap Amran.

Kenaikan ini tak lepas dari program intensifikasi dan modernisasi pertanian, mulai dari perluasan lahan tanam, penyediaan pupuk bersubsidi, hingga penggunaan alat pertanian modern.

Meski demikian, potensi gangguan iklim ekstrem dan distribusi pangan masih menjadi tantangan utama dalam menjaga stabilitas pasokan nasional.

Kesejahteraan petani ikut meningkat

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X