Baca Juga: Nego dagang RI ke AS: Indonesia siap tambah porsi di sektor energi demi tekan tarif 32 persen
Airlangga menyebut, RI meminta komoditas ekspor utama macam garmen, alas kaki, furnitur, hingga udang diberikan tarif sekecil mungkin untuk masuk pasar AS.
Sebelumnya diketahui, produk ekspor utama Indonesia seperti garmen, alas kaki, tekstil, dan furnitur menjadi produk yang tarifnya lebih tinggi dari pesainganya di ASEAN.
Airlangga menjelaskan, meskipun saat ini tarif tinggi didiskon sementara menjadi 10 persen, AS tetap menerapkan tarif proteksionis untuk barang tekstil dan garmen sebesar 10-37 persen,
Artinya, hal itu apabila diakumulasi komoditas asal Indonesia memiliki biaya yang tergolong besar untuk masuk ke pasar AS.
"Meski saat ini tarif 10 persen untuk 90 hari, di tekstil, garmen, ini kan sudah ada tarif 10-37 persen maka 10 persen tambahan bisa 10 tambah 10 atau 37 tambah 10," terang Airlangga.
"Ini concern kita karena ekspor kita biayanya lebih tinggi, karena ini di-sharing kepada pembeli dan juga ke Indonesia sebagai pengirim," tandasnya.***
Artikel Terkait
Update perang dagang AS vs China: Trump bongkar ada upaya nego usai Xi Jinping minta stop tekan tarif tinggi
Update nego tarif Trump untuk Indonesia: Menko Ekonomi sebut bakal ada perusahaan RI yang investasi di AS
Update RI nego tarif Trump: Prabowo bakal terbangkan tim khusus ke AS, bahas produk yang terdampak
Raymond Chin minta warga RI tak panik lihat pasar global anjlok imbas tarif Trump: Sebenarnya gak ngaruh ke kita
Tarif Trump dinilai bikin pasar global bergejolak, Menperin bongkar duet dagang RI dan Arab Saudi senilai Rp55 T di 2024
Kata Menperin usai Arab Saudi tertarik dengan industri RI, sebut sektor manufaktur tahan guncangan tarif Trump
Menperin bongkar RI-Saudi siap duet hadapi perang dagang imbas kebijakan tarif impor Donald Trump