GENMILENIAL.ID - Sandi Butar Butar kembali mengalami pemecatan dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok setelah sebelumnya sempat dipekerjakan kembali pada 10 Maret 2025.
Pemecatan kali ini diduga kuat berkaitan dengan laporan dugaan korupsi yang ia layangkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok pada September 2024.
Laporan tersebut sempat viral di media sosial dan menjadi sorotan publik.
Sejak awal, Sandi dikenal sebagai sosok yang vokal dalam mengkritisi pengelolaan anggaran di lingkungan Damkar Depok.
Baca Juga: Kapolres Subang pimpin patroli pengamanan jalur wisata dan Pospam Operasi Ketupat Lodaya 2025
Bersama kuasa hukumnya, Deolipa Yumara, ia melaporkan adanya dugaan penyimpangan dana terkait pengadaan sarana dan prasarana (sarpras) di instansinya.
Menurutnya, anggaran yang telah dialokasikan tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
"Kayak misalnya, contohnya kayak perawatan-perawatan terus kalau misalnya alat-alat gitu kan udah tertera di pembagiannya itu berapa (duitnya), tapi fakta lapangan yang ada di Kota Depok, yang dibagiin itu tidak sesuai," ungkap Sandi pada September 2024 lalu.
Ia juga menyebut bahwa banyak alat pemadam kebakaran yang rusak dan tidak mendapat perawatan sebagaimana mestinya.
Baca Juga: Wasiat terakhir Ray Sahetapy ingin dimakamkan di Palu, keluarga: Sementara di Tanah Kusir
Namun, hanya UPT Cimanggis yang mendapatkan perbaikan, sementara UPT lain dibiarkan dalam kondisi memprihatinkan.
"Kalau untuk alat rusak bukan temuan lagi, tapi fakta lapangan hanya di Cimanggis saja yang dibenerin, tapi di UPT-UPT lain belum menyeluruh," tambahnya.
Sandi dan beberapa rekannya merasa ada ketidakwajaran dalam pengelolaan dana yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan fasilitas pemadam kebakaran di Kota Depok.
Oleh karena itu, ia memutuskan untuk melaporkan kasus ini ke Kejari Depok dengan membawa sejumlah bukti berupa dokumen, foto, dan video.
Artikel Terkait
Pemerintah umumkan tarif listrik April hingga Juni 2025 tidak naik, nonsubsidi dan subsidi tetap aman
Tak ada kenaikan tarif listrik nonsubsidi dan bersubsidi bulan April hingga Juni 2025, Bahlil: Untuk menjaga daya beli masyarakat
Praktik curang sulap beras medium jadi premium, Mentan: Merugikan rakyat Indonesia
Menteri Pertanian peringatkan pelaku usaha curang yang mengubah beras medium dilabeli premium: Kalau tidak berubah, kami cek seluruh Indonesia
Pandu Sjahrir blak-blakan ditunjuk langsung oleh Prabowo untuk menjadi CIO Danantara, ungkap rekam jejak jadi pertimbangan
Ada embel-embel ‘keponakan Luhut,’ Pandu Sjahrir ungkap sang paman tak tahu Prabowo menunjuknya jadi CIO Danantara
Dibongkar Pandu Sjahrir, begini cita-cita Prabowo mengenai masa depan Indonesia lewat Danantara