“Ini bisa ditolak untuk kembali ke penjual,” kata kurir.
Namun, saran tersebut ditolak oleh pihak keluarga dan mereka tetap menerima serta membayar paket tersebut.
Baca Juga: ICCN dan Greeneration Foundation jalin kolaborasi untuk ekonomi kreatif berkelanjutan
“Enggak apa-apa, diniati saja. Ini mobilnya almarhum, pewarnanya almarhum juga,” ucap sang ayah.
Dibagikan untuk teman sekolah
Dalam unggahan lanjutan, mainan-mainan tersebut terlihat mulai dibagikan kepada teman-teman mendiang anaknya.
Hal itu disebut sebagai bentuk mewujudkan keinginan sang anak semasa hidup.
“Teman bermain Mas Brian dan sempat berpesan, ‘Ma, Pa, nanti kalau aku masuk sekolah, akan bagi-bagi mainan ke temenku,’” ungkapnya.
Warganet ikut terharu
Kisah ini pun menuai simpati luas dari warganet. Unggahan tersebut telah mendapat lebih dari 38 ribu tanda suka dan ratusan komentar.
Beberapa komentar dari warganet di antaranya, “Kurirnya sampai nggak bisa berkata-kata, diem sejenak, bingung,” tulis akun @tya********a
“Persis banget kisahku kak, pas rawat inap di Solo, anakku pengin mainan dan pewarna tapi pas paketnya datang, anakku sudah nggak ada,” tulis akun @sud******1
“Kayak tetanggaku, anaknya meninggal, besoknya ada paket datang baju koko yang dia beli sama HP yang dibeli,” tulis akun @all********3