Tak hanya membagikan, guru juga memberikan pesan agar para siswa menggunakan perlengkapan tersebut dengan bijak.
Baca Juga: Sekolah di Subang ini lawan sampah dari hulu, bank sampah dan maggot jadi andalan
Ia menyampaikan bahwa siswa diperbolehkan mengambil kembali jika buku atau alat tulis mereka sudah habis atau rusak.
“Kalau rusak atau habis, boleh datang ke Pak Guru. Nanti, Pak Guru kasih yang baru,” ujarnya.
Langkah ini dilakukan agar perlengkapan tidak cepat rusak dan dapat digunakan secara optimal.
Potret keterbatasan di sekolah terpencil
Momen ini juga menjadi gambaran kondisi pendidikan di daerah terpencil, di mana keterbatasan fasilitas masih dirasakan oleh para siswa.
Baca Juga: Viral sopir bus di Cilegon dipukul penumpang, berawal dari salip-menyalip hingga mediasi gagal
Sebelumnya, siswa di sekolah tersebut diketahui menggunakan satu buku untuk berbagai mata pelajaran karena keterbatasan biaya.
Guru pun menegaskan bahwa bantuan ini diharapkan dapat menghilangkan alasan siswa untuk tidak bersekolah.
“Tidak perlu alasan saya nggak mau ke sekolah karena tidak punya buku atau pensil,” tuturnya.
Video ini pun menuai beragam respons dari warganet yang merasa terharu melihat kebahagiaan sederhana para siswa.***