Asal bukan ritual ibadah, Arie Kriting buka suara soal batasan komedi agama di tengah polemik Pandji

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Senin, 19 Januari 2026 | 17:06 WIB
Komika Arie Kriting ungkap di balik layar materi komedi tentang agama (YouTube/Mahfud MD)
Komika Arie Kriting ungkap di balik layar materi komedi tentang agama (YouTube/Mahfud MD)

Tak akan menyentuh ritual ibadah

Arie menegaskan bahwa dirinya dan sebagian besar komika, menghindari menjadikan ritual ibadah sebagai bahan komedi.

Baca Juga: Kapolres Subang beri reward umrah hingga penghargaan untuk personel dan warga, tegaskan budaya apresiasi berbasis kinerja

“Kalau sudah menyangkut ritual, itu wilayah yang sangat sensitif. Baik Islam, Kristen, Hindu, Buddha, semuanya punya tata cara ibadah yang sakral,” jelasnya.

Namun, ia menilai berbeda jika yang diangkat adalah kebiasaan sosial yang tidak berkaitan langsung dengan ajaran atau syariat agama.

Contoh: Kebiasaan, bukan ajaran

Sebagai contoh, Arie menyebut kebiasaan masyarakat membawa koran saat salat Id.

“Itu kan bukan ajaran agama. Itu kebiasaan masyarakat saja. Nah, yang seperti itu masih bisa jadi materi komedi,” ujarnya.

Baca Juga: Membanggakan! Azzilfa Rahmani Dayyan, model cilik asal Subang terpilih sebagai Duta Seni Indonesia 2026

“Kadang lagi salat, eh baca koran yang isinya aneh-aneh. Jadi buyar fokusnya. Itu yang saya maksud, bukan ibadahnya yang dijadikan bahan bercanda.” tambah Arie dengan gaya khas komedianya.

Polemik Pandji jadi pelajaran bersama

Arie menilai polemik yang menimpa Pandji seharusnya menjadi pelajaran bagi semua pihak, baik komika maupun masyarakat, agar bisa membedakan kritik, satire, dan penodaan agama.

Menurutnya, komedi seharusnya menjadi ruang refleksi sosial, bukan pemicu konflik.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X