Isu Abu Janda jadi Komisaris JMTO tuai sorotan, influencer itu ternyata dulu pernah bikin gaduh soal bendera tauhid

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Selasa, 8 April 2025 | 03:55 WIB
Influencer Permadi Arya alias Abu Janda yang viral gegara isu pengangkatan jadi Komisaris JMTO (Instagram.com/@permadiaktivis2)
Influencer Permadi Arya alias Abu Janda yang viral gegara isu pengangkatan jadi Komisaris JMTO (Instagram.com/@permadiaktivis2)

GENMILENIAL.ID - Kabar terkait pengangkatan influencer Permadi Arya alias Abu Janda sebagai Komisaris Jasa Marga Toll Road Operation (JMTO) tengah hangat diperbincangkan di media sosial (medsos).

Lewat unggahan di akun Instagram resmi JMTO, manajemen JMTO menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar.

JMTO menyatakan, saat ini perseroan belum melakukan pelantikan apapun terhadap Permadi Arya.

"Halo Sobat JMTO, informasi tersebut (Abu Janda jadi Komisaris JMTO) tidak benar," jelas akun Instagram tersebut dalam sebuah kolom komentar di akun Instagram @jasamargatollroadoperation, pada Minggu, 6 April 2025.

Baca Juga: Janji Prabowo buka 80 ribu koperasi desa dengan fasilitas 2 truk, bentuk upaya agar hasil panen bisa sampai ke pasar

"Sampai saat ini, tidak ada pengangkatan Saudara Permadi Arya sebagai Komisaris PT JMTO," tambahnya.

Di sisi lain, kabar ini telah menimbulkan pro kontra warganet terkait sosok Abu Janda yang pernah terlibat kontroversi, terkhusus terkait penistaan agama.

Seperti yang terjadi pada 2018 lalu, Abu Janda pernah dipolisikan lantaran postingan di akun medsosnya yang menyebut: 'bendera teroris bukan panji nabi'.

Hal itu pernah dijelaskan oleh pihak pelapor, Alwi Muhammad Alatas yang kala itu menjabat sebagai Anggota Majelis Taklim Al-Munawwir Bekasi.

Alwi menilai, Abu Janda telah menghina Syariat Islam dengan mengatakan kalimat tauhid dikatakan sebagai bagian dari bendera teroris dalam postingan akun Facebook sang influencer yang tayang pada 2018 lalu.

Baca Juga: Targetkan setahun bisa penuhi protein anak-anak Indonesia, Prabowo minta harga telur dan daging bisa turun lagi

"Benar-benar mutlak (Abu Janda) telah menghina Syariat Islam dengan mengatakan bendera yang bertuliskan kalimat lailahailallah muhammadarasulullah dengan kalimat yang dijunjung tinggi umat muslim satu dunia," tegas Alwi kepada awak media di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, pada 2018 silam.

"Dikatakan bagian dari bendera teroris dan ini jelas-jelas melukai hati kami sebagai umat muslim," sambungnya.

Saat itu, Alwi juga menuturkan dalam postingan Abu Janda tersebut menuliskan kata-kata 'bendera tauhid' adalah bendera teroris.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X