Menyelami fenomena cancel culture kasus olokan Gus Miftah ke penjual es teh manis: Penghakiman publik lewat medsos

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Jumat, 13 Desember 2024 | 22:59 WIB
Poster Petisi 'Copot Gus Miftah dari Jabatan Utusan Khusus Presiden' pada 4 Desember 2024 (change.org)
Poster Petisi 'Copot Gus Miftah dari Jabatan Utusan Khusus Presiden' pada 4 Desember 2024 (change.org)

Bagaimana contoh cancel culture?

Terdapat banyak skandal atau kasus yang melibatkan seorang publik figur hingga selebritis yang memicu terjadinya cancel culture.

Salah satunya terjadi terhadap aktor terkenal di Korea Selatan (Korsel), Kim Seon-ho, yang sempat membintangi serial drama berjudul 'Hometown Cha-Cha-Cha'.

Kim terjebak dalam skandal aborsi yang membuat ratusan ribu penggemar berhenti mengikutinya.

Baca Juga: Menkeu Sri Mulyani sebut kenaikan PPN 12 persen tidak untuk barang pokok, Vietnam justru turunkan angkanya

Aktor itu pun tak lagi tampil dalam variety show populer di Korsel dan dikeluarkan dari dua proyek film yang sebelumnya telah ditandatangani olehnya.

Di sisi lain, kasus cancel culture yang juga pernah terjadi di Indonesia dialami oleh artis Saipul Jamil yang terlibat kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.

Setelah kasusnya terungkap, Saipul diboikot dari berbagai program acara televisi sebagai bentuk sanksi sosial.

Tindakan ini menunjukkan fenomena cancel culture yang berfungsi sebagai alat kontrol sosial, terkhusus saat hukum dirasa tak cukup untuk memberikan efek jera untuk pelaku.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Sumber: Britannica, Pew Research, Change

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X