Listrik belum masuk desa
Selain kondisi bangunan, persoalan lain yang disorot adalah belum tersedianya listrik di desa tempat sekolah tersebut berada.
Alwi mengatakan kondisi tersebut menjadi persoalan ketika sekolah mendapatkan TV layar sentuh yang membutuhkan daya listrik untuk dapat digunakan.
“Listrik belum masuk desa ini. Listrik belum ada, tapi TV sebesar ini sudah ada,” ungkapnya.
Menurut keterangan dalam video, para guru telah mencoba mengoperasikan TV layar sentuh tersebut menggunakan generator diesel. Namun, upaya tersebut disebut belum berhasil membuat perangkat menyala.
Baca Juga: 10 Pejabat berebut kursi Sekda Subang, siapa bakal gantikan Asep Nuroni?
“Guru udah mencoba menyalakan TV ini pakai generator diesel, tapi enggak mau nyala juga karena daya TV terlalu besar,” tambahnya.
Warganet soroti kondisi sekolah
Unggahan tersebut kemudian mendapat banyak komentar dari warganet.
Sejumlah pengguna media sosial menyoroti kondisi bangunan sekolah dan persoalan listrik yang membuat bantuan TV layar sentuh tersebut dinilai belum dapat dimanfaatkan.
Salah satu komentar datang dari Jerome Polin yang menuliskan, “Puncak komedi.”
Komentar lainnya mempertanyakan pemberian TV ketika sekolah tersebut belum memiliki akses listrik.
“Kalau listrik belum ada pun jadi enggak berguna ngirim TV, mending benerin sekolahnya dulu,” tulis akun @ayu*****a.