edukasi

Suara generasi muda dalam mitigasi risiko lingkungan: Kolaborasi lintas agama untuk masa depan berkelanjutan

Jumat, 14 Maret 2025 | 17:34 WIB
FGD bersama kelompok muda lintas agama tentang Kerja-kerja Advokasi dalam 'Keterlibatan Keagamaan dan Lintas Iman untuk memitigasi dan Mengelola Risiko Lingkungan” pada Kamis 13 Maret 2025 secara daring melalui ZOOM

Ia juga menyoroti pentingnya memberikan ruang bagi generasi muda dalam proses pengambilan kebijakan publik, mengingat banjir, longsor, dan bencana lingkungan lainnya terus terjadi akibat kurangnya perubahan mendasar dalam pengelolaan lingkungan.

Hadir sebagai pematik diskusi, pegiat lingkungan dari Kalimantan Selatan Al Bawi yang membagikan pengalamannya dalam gerakan Save Meratus.

Baca Juga: Serba Kim Soo-hyun, wawancara Kim Sae-ron 8 tahun lalu jadi perbincangan: Akan menyenangkan bisa satu proyek bersama

Kawasan Meratus yang kaya akan keanekaragaman hayati telah lama menghadapi ancaman deforestasi, pertambangan, dan perubahan iklim.

Melalui kolaborasi lintas agama, Muhammadiyah berhasil membentuk kader peduli lingkungan, memperkuat kapasitas advokasi, dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kelestarian Meratus.

Al Bawi, pegiat lingkungan dari Kalimantan Selatan, dan penggerak Save Meratus

“Kolaborasi lintas agama dan partisipasi aktif masyarakat adalah kunci dalam menghadapi krisis lingkungan,” ujar Al Bawi.

Ia berharap gerakan ini dapat menginspirasi inisiatif serupa di seluruh Indonesia, di mana generasi muda dapat menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi lingkungan.

Baca Juga: Kim Sae-ron selalu dijaga oleh keluarganya, sang bibi ceritakan momen saat mendiang memasak untuknya: Itu makanan terakhir yang ia masak

Peran strategis lembaga keagamaan

Youth Work Manager and Integration Ashoka, Ara Kusuma menegaskan bahwa lembaga keagamaan memiliki peran strategis dalam upaya pelestarian lingkungan.

“Lembaga keagamaan dapat berperan melalui tiga aspek: edukasi dan kesadaran, aksi nyata, serta advokasi kebijakan,” jelasnya.

Ara Kusuma, Youth Work Manager and Integration Ashoka

Ia mencontohkan inisiatif seperti penghijauan, pengelolaan sampah, dan kampanye kesadaran lingkungan yang dapat digerakkan oleh komunitas berbasis agama, khususnya anak muda.

“Ayo teman-teman, kita buat perubahan positif di sekitar kita dan dimulai dari hal yang sederhana. Mari ajak teman-teman yang lain supaya sadar dan membawa aksi nyata sebagai change maker,” ajak Ara.

Halaman:

Tags

Terkini