Baca Juga: Fonologi dan morfologi, membedah struktur bunyi dan bentuk bahasa
"Hari ini merupakan salah satu bentuk implementasi kurikulum merdeka belajar, dimana merdeka belajar bisa menjadi media dan alat untuk mencapai Indonesia emas," tambahnya.
Kata Imran, merdeka belajar itu sesungguhnya adalah bagaimana kita menyiapkan, memberikan, memenuhi kebutuhan pengajaran dan pembelajaran kepada anak-anak kita di level sekolah manapun.
Ia uga menekankan kepada para guru penggerak agar mampu menyiapkan metode pembelajaran dengan pendekatan dan prosedur belajar yang mudah diterima oleh setiap murid dari level manapun.
"Bukan hanya dari sisi penguasaan materi, namun juga mampu memahami sisi psikologis dari para murid," terangnya.
Baca Juga: Misteri bahasa, menyingkap rahasia linguistik dalam komunikasi manusia
Dalam hal mentransfer ilmu pengetahuan, kata Imran dibutuhkan guru-guru yang memiliki kompetensi, bisa menjelaskan, memberikan wawasan kepada seluruh pelajar.
"Saya harap guru penggerak dari aspek penguasaan materi atau kompetensinya itu bertambah dari aspek juga terkait dengan emosional dan spiritualnya itu juga semakin baik," ucap Imran.
Dalam kesempatan tersebut, Pj Bupati Subang juga mengingatkan agar menindak tegas aksi bullying dan perundungan di Sekolah.
"Saya tidak menginginkan, saya menekankan di Sekolah tidak ada bullying,' tegas Imran.
Baca Juga: 70 tahun Hari Tritura, mengenang aksi mahasiswa bersejarah pada 10 Januari 1966
Pj Bupati Subang juga mengingatkan terkait pemilihan umum dimana para guru dan ASN diharapkan agar selalu bersikap netral sehingga kondusifitas wilyah tetap terjaga.
Hadir pada kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Para Asda, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Subang serta tamu undangan lainnya.