GENMILENIAL.ID - Menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya pendidikan kepada masyarakat terlebih ketika hal tersebut dilakukan di daerah tentunya bukanlah sesuatu hal yang mudah.
Masyarakat di daerah yang hampir sebagian besar adalah masyarakat agraris tentu mempunyai dinamika tersendiri dengan kehidupan masyarakat ditempat lain.
Secara akses dan kesempatan terhadap dunia pendidikan saat ini tentu tidak terlalu sulit seperti dahulu, namun menumbuhkan kesadaran pendidikan kepada masyarakat tentu memerlukan proses edukasi yang sangat panjang.
Tarsono, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Pagaden adalah satu satu figur seorang pendidik yang melakukan hal tersebut.
Sebagai Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri Kamarung 1, Ia berpikir keras agar bagaimana alumni sekolahnya tidak ada yang putus sekolah.
"Dalam melanjutkan sekolah gitukan, kurang pengertian orang tua, padahal pendidikan itukan penting, apalagi program pemerintah yang wajib belajar 9 tahun," kata Tarsono.
Lanjut Tarsono, hingga saat ini masih ada saja orang tua peserta didiknya yang menganggap bahwa pendidikan sekolah itu tidak penting.
Selama menjalankan karirnya sebagai guru dan Kepala Sekolah, melihat anak didiknya putus sekolah adalah merupakan bagian dari tantangan terbesar dan tanggung jawab moralnya sebagai seorang pendidik.
Baca Juga: Tidur berkualitas, kunci mencegah gangguan kesehatan mental
Maka dari itu, Tarsono pun tidak tinggal diam, ketika mendengar anak didiknya tidak melanjutkan sekolah, ia pun pasti segera menghubungi pihak orang tua yang bersangkutan.
Dengan melakukan silaturahim dan pendekatan kepada para orang tua siswa, Tarsono pun berhasil meyakinkan agar anak didiknya tetap bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
"Yang saya ketahui dan alami, kendala itu pasti ada, tapi Alhamdulillah semua kendala bisa dilalui," ujarnya.
Dengan melakukan pendekatan seperti itu, Tarsono juga menyebut bahwa hampir setiap tahun tidak ada anak didiknya di Kecamatan Pagaden yang putus sekolah, walaupun sebagianya tidak ke sekolah formal, tapi melanjutkan pendidikan ke pesantren.
Artikel Terkait
Sambut Hari Peringatan Pramuka ke 62, Kwaran Pramuka Kecamatan Subang gelar Jambore Penggalang
Mendorong literasi di kalangan pelajar, pentingnya pembelajaran abad ke-21
Giat literasi di SMPN 1 Cibogo, siswa didorong lakukan aktivitas baca, bercerita dan miliki karya sendiri
Miliki 16.756 anggota, ini persiapan PGRI Subang jelang HUT PGRI dan Hari Guru Nasional
Subang terbanyak angkat P3K, ini kata Ketua PGRI terkait guru P3K swasta yang ditempatkan di sekolah negeri
Guru penggerak, upaya mendorong perubahan melalui pendidikan
Strategi pembelajaran diferensiasi kurikulum merdeka, ini kata Widyaprada Ahli Madya BBPMP Provinsi Jawa Barat