GENMILENIAL.ID – Wacana tentang perlu atau tidaknya pemerintahan baru untuk melanjutkan Kurikulum Merdeka mulai disuarakan oleh kalangan pendidikan.
Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) berpendapat, Kurikulum Merdeka (Kurmer) yang dirancang di era pemerintahan Joko Widodo perlu dilanjutkan.
Tidak semestinya pergantian pemerintahan selalu identik dengan perubahan kurikulum.
Dikhawatirkan akan terjadi dampak negatif jika kurikulum nasional berubah lagi seiring berjalannya pemerintahan baru Prabowo Subianto-Gibran.
Pemerintahan saat ini hanya perlu melakukan pembenahan dan penyempurnaan dalam implementasinya.
Kepala Penelitian dan Pengembangan P2G, Feriyansyah, mengungkapkan, Kurikulum Merdeka pada hakikatnya perlu untuk terus dilanjutkan.
Namun demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Setidaknya, terdapat beberapa hal yang perlu menjadi perhatian pemerintahan saat ini, yaitu pelaksanaan pelatihan secara adil dan merata bagi seluruh guru," kata Feriyansyah
Menurutnya, berdasarkan survei nasional yang dilakukan oleh P2G terhadap guru di 26 provinsi pada Desember tahun lalu, diketahui sebanyak 83,4 persen guru merasa PMM menjadi beban yang mengganggu fokus mereka dalam mengajar.
Di sisi lain, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyatakan akan menginventarisir masukan dari berbagai pihak terkait kebijakan pendidikan yang sudah berjalan.
"Kita akan menginventarisir masukan dari berbagai pihak terkait kebijakan pendidikan yang sudah berjalan saat ini," kata Abdul Mu'ti
Pengurus PP Muhammadiyah itu juga mengaku tidak akan terburu-buru dalam mengeluarkan kebijakan yang akan berdampak luas bagi dunia pendidikan.
Adapun tentang keberlanjutan Kurikulum Merdeka, ia mengatakan kebijakan itu masih baru dan belum semua satuan pendidikan mengimplementasikannya.
Artikel Terkait
Pecahkan rekor, Pemda Subang masukan Sisingaan kedalam Kurikulum Mulok Berbasis Budaya Lokal
Kurikulum merdeka, revolusi pendidikan untuk kemandirian generasi masa depan
Kurikulum merdeka, pendidikan masa depan untuk kemandirian siswa
P5 dalam kurikulum merdeka, transformasi pembelajaran menuju masa depan
Strategi pembelajaran diferensiasi kurikulum merdeka, ini kata Widyaprada Ahli Madya BBPMP Provinsi Jawa Barat
Implementasi Kurikulum Merdeka, SMPN 3 Subang gelar Panen Karya P5, menampilkan berbagai kreatifitas dari kelas peminatan anak
ESAI : Menyoal sastra masuk kurikulum