GENMILENIAL.ID - Bullying, fenomena yang telah lama menghantui lingkungan sekolah, kembali menjadi sorotan publik.
Tidak hanya sebagai lelucon yang dianggap sepele, tetapi juga sebagai ancaman serius bagi kesejahteraan mental dan emosional para korban.
Dengan dampaknya yang merusak, isu ini menjadi perhatian utama para pendidik, orang tua, dan pembuat kebijakan.
Bullying, dalam segala bentuknya, merupakan perilaku agresif yang secara berulang kali ditujukan kepada individu yang lebih lemah atau rentan.
Baca Juga: 23 Februari, memperingati Hari Internasional Memerangi Bullying
Mulai dari penghinaan verbal hingga tindakan fisik, setiap tindakan bullying memiliki efek yang mematikan pada korbannya.
Dampak psikologis bullying dapat berlangsung sepanjang hidup korban. Rasa rendah diri, kecemasan, dan depresi adalah beberapa dampak yang sering kali muncul.
Para korban sering kali mengalami kesulitan dalam membangun hubungan sosial yang sehat dan bahkan dapat mengalami gangguan mental yang lebih serius di kemudian hari.
Namun, dampak dari bullying tidak hanya dirasakan oleh korban. Para pelaku juga berisiko mengalami konsekuensi yang serius.
Berperan sebagai agresor dapat memengaruhi perkembangan emosional dan sosial mereka.
Tindakan bully yang dianggap sebagai 'kekuatan' atau 'kekuasaan' oleh para pelaku sebenarnya merupakan ekspresi dari ketidakmampuan mereka untuk mengatasi konflik dengan cara yang sehat.
Tidak hanya di lingkungan sekolah, bullying juga dapat terjadi di dunia maya. Cyberbullying, atau pelecehan melalui media sosial dan platform daring lainnya, semakin menjadi ancaman dengan meningkatnya penetrasi teknologi digital di kalangan remaja.
Bentuk-bentuk bullying ini sering kali sulit untuk dideteksi oleh orang tua dan pengajar, sehingga memperumit upaya pencegahan dan penanggulangan.
Artikel Terkait
Viral video perundungan (bullying) siswa SMPN 6 Subang, pihak keluarga menyebut anaknya masih traumatis
Mengatasi perundungan (bullying), membangun lingkungan yang aman dan menghargai
Menghadapi perundungan (bullying), mengatasi masalah yang mempengaruhi banyak anak dan remaja
ESAI : Stop bullying! demi masa depan anak bangsa yang lebih cerah
23 Februari, memperingati Hari Internasional Memerangi Bullying