GENMILENIAL.ID – Tren liburan di kalangan Generasi Z (kelahiran 1997–2012) mengalami pergeseran signifikan pada 2025.
Beberapa kebiasaan yang sebelumnya identik dengan mereka mulai ditinggalkan, seiring perubahan pola pikir dan prioritas.
1. Dari FOMO ke JOMO
Kecenderungan fear of missing out (FOMO) yang dulu memicu Gen Z mengunjungi destinasi populer kini mulai ditinggalkan.
Mereka beralih ke joy of missing out (JOMO) dengan memilih destinasi yang benar-benar mereka nikmati, bukan sekadar mengikuti tren.
Baca Juga: Pertamina perdana kirim avtur ramah lingkungan dari minyak jelantah untuk rute Jakarta–Denpasar
CEO LateRoom, Matthew Fox, menyebut Gen Z kini mencari pengalaman autentik di lokasi yang belum terlalu dikenal publik.
2. Foto di ‘spot Instagramable’ tak lagi prioritas
Jika dulu foto di tempat ikonik menjadi tujuan utama, kini Gen Z lebih fokus pada pengalaman langsung.
CEO Cool Travel Vibes, Echo Wang, mengatakan mereka mulai menghindari lokasi wisata yang terlalu ramai dan memilih tempat yang memberi suasana lebih tenang dan personal.
3. Solo backpacking tanpa rencana berkurang
Kebiasaan bepergian sendirian tanpa rencana matang mulai menurun.
Baca Juga: Arif Hegar Setiawan: Dari aktivis kampus hingga menjadikan politik sebagai panglima pembangunan
Gen Z kini cenderung memilih perjalanan yang terstruktur, menetap di satu hotel atau lokasi untuk beberapa hari, dan mengurangi frekuensi pindah akomodasi.