GENMILENIAL.ID – Terminal Tipe A Subang yang berlokasi di Jalan Terminal Baru kini tampil dengan wajah baru yang lebih rapi dan bersih.
Meski belum diresmikan secara resmi melalui prosesi gunting pita, terminal ini telah menjalani proses revitalisasi dan mulai menunjukkan fungsi yang lebih luas dari sekadar tempat naik-turun penumpang.
“Terminal Subang sudah revitalisasi saat ini, jadi image yang dulu disangkanya hanya untuk AKAP saja padahal keseluruhan itu harus masuk, baik AKDP maupun angkot,” ujar Eti Saeti, Pengawas Satuan Pelayanan (Wassatpel) Terminal Tipe A Subang, saat ditemui GenMilenial.id, Sabtu, 19 Juli 2025.
AKAP adalah angkutan antar kota antar provinsi, sementara AKDP adalah angkutan antar kota dalam provinsi, dan angkot adalah angkutan kota.
Eti menjelaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk memaksimalkan pemanfaatan fasilitas transportasi di terminal tersebut.
Selain fungsi utama sebagai simpul transportasi, terminal kini juga mulai dihidupkan melalui kegiatan-kegiatan yang menunjang ekonomi dan pendidikan masyarakat.
“Alhamdulillah kami selalu koordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk mempergunakan fasilitas transportasi terminal. Saat ini terminal bukan hanya untuk naik-turun penumpang, kita juga ada kegiatan-kegiatan yang bisa menunjang UMKM-nya, salah satunya event-event yang kemarin digelar,” tambahnya.
Baca Juga: Kunjungi Sekolah Rakyat malam hari, Gibran bagikan donat dan ajak siswa video call orang tua
Eti juga memaparkan bahwa terminal kini memiliki program edukatif bertajuk SALUT (Sadar Lalu Lintas Usia Dini) yang menyasar anak-anak usia TK, PAUD, hingga SLB.
Melalui program ini, anak-anak diajak mengenal jenis-jenis angkutan dan pentingnya tertib berlalu lintas sejak dini.
“Semuanya kita rangkul, biar paham masyarakatnya. Anak-anak juga paham kalau transportasi yang ada di terminal Subang ini untuk keseluruhan, AKAP, AKDP dan angkot,” jelasnya.
Dengan wajah baru dan pendekatan yang lebih inklusif, Terminal Subang kini tak hanya berfungsi sebagai simpul moda transportasi, tetapi juga sebagai ruang publik yang mendukung pertumbuhan UMKM dan menciptakan budaya sadar transportasi di kalangan masyarakat sejak usia dini.***