travel

Operasional kereta cepat Whoosh sering terganggu akibat layang-layang, KCIC catat 20 kejadian di Juni

Sabtu, 28 Juni 2025 | 00:04 WIB
Tangkapan layar kereta api Whoosh (setneg.go.id)

GENMILENIAL.ID – PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengungkapkan lonjakan gangguan operasional kereta cepat Whoosh sepanjang Juni 2025 akibat layang-layang yang tersangkut di jalur listrik kereta.

Hingga pertengahan bulan, sudah tercatat lebih dari 20 kejadian, yang berdampak langsung pada keterlambatan dan keselamatan perjalanan.

Salah satu insiden terbaru terjadi pada Senin, 23 Juni 2025, yang menyebabkan keterlambatan layanan hingga 50 menit karena petugas harus melakukan pengecekan keamanan di jalur rel.

Baca Juga: Usai Dimas Anggara minta maaf ke Kiesha Alvaro, Pasha Ungu: Insya Allah semua ada hikmahnya

“Awal tahun hanya tercatat 7 hingga 8 kejadian per bulan. Tapi mulai April, angkanya melonjak di atas 20 kejadian, apalagi di musim liburan seperti Juni ini,” ujar General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, dalam keterangannya, Rabu, 25 Juni 2025.

Eva menjelaskan bahwa bermain layang-layang dalam radius 500 meter dari jalur kereta sangat berisiko tinggi.

Ketika layang-layang tersangkut di kabel Listrik Aliran Atas (LAA), bisa menyebabkan korsleting, pemadaman arus listrik, bahkan berpotensi menimbulkan kecelakaan serius pada kereta yang melaju dengan kecepatan hingga 350 km/jam.

“Setiap kali terdeteksi benda asing seperti layang-layang di sekitar kabel LAA, kecepatan kereta harus diturunkan demi keamanan,” katanya.

Baca Juga: Modus fake BTS bobol rekening, dua WN Malaysia kirim 15 ribu SMS phishing di Jakarta

Wilayah yang paling sering mengalami gangguan tercatat berada di sekitar Stasiun Padalarang dan Stasiun Tegalluar Summarecon, khususnya di kawasan Bandung, Cimahi, dan Bandung Barat.

Area ini dikenal sebagai daerah pemukiman padat dengan aktivitas bermain yang meningkat saat libur sekolah.

KCIC mengimbau masyarakat untuk tidak bermain layang-layang di dekat jalur kereta cepat. Sosialisasi juga ditujukan kepada orang tua dan guru agar lebih waspada terhadap aktivitas anak-anak di sekitar lintasan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keselamatan bersama. Aktivitas kecil seperti bermain layang-layang bisa berdampak besar terhadap operasional kereta dan keselamatan publik,” tutup Eva.***

Tags

Terkini