Wamenpar menegaskan, mewujudkan quality tourism tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Perlu kolaborasi lintas sektor, termasuk kalangan akademisi.
“Pariwisata yang berkualitas tidak hanya diukur dari jumlah wisatawan, tapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat dan lingkungannya,” ujarnya.
Ia menutup kuliah umum dengan pesan kuat untuk generasi muda:
“Generasi muda, para mahasiswa, calon pemimpin masa depan, jadilah pelopor perubahan. Bali yang berkualitas hanya bisa lahir dari insan-insan yang juga berkualitas.”***