4. Immanuel Kant (1724-1804)
Filsuf Jerman ini dikenal karena karyanya yang monumental, 'Kritik der reinen Vernunft' (Kritik of Pure Reason).
Immanuel Kant membentuk dasar-dasar epistemologi dan etika modern, memperkenalkan gagasan tentang kategori pikiran dan imperatif kategoris.
5. Friedrich Nietzsche (1844-1900)
Friedrich Nietzsche, filsuf kontroversial asal Jerman, menggagas konsep-konsep seperti 'kebebasan kehendak' dan 'superman.' Karyanya yang terkenal, 'Also sprach Zarathustra' (Thus Spoke Zarathustra), menciptakan dampak besar terhadap pemikiran filsafat modern.
6. Jean-Jacques Rousseau (1712-1778)
Rousseau, seorang filsuf Prancis, memainkan peran penting dalam perkembangan pemikiran politik modern.
Baca Juga: Hari Filsafat Sedunia, merayakan kekuatan pemikiran manusia
Karyanya, 'The Social Contract,' menyajikan ide-ide tentang keadilan sosial dan hubungan antara individu dan negara.
Filsuf-filsuf ini hanya sebagian kecil dari pantheon pemikir besar yang telah membentuk dunia dengan kontribusi mereka.
Warisan mereka tetap hidup dalam karya-karya monumental yang terus memotivasi dan menginspirasi generasi setelah generasi.***