Hasil drawing AFF 2026 dinilai ringan, Timnas Indonesia dituntut akhiri puasa gelar 30 tahun

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Jumat, 16 Januari 2026 | 12:36 WIB
Menyoroti pernyataan pengamat sepak bola nasional, Bung Harpa terkait drawing Piala AFF 2026 yang dinilai menguntungkan bagi Timnas Indonesia (YouTube.com/BungHarpa - PSSI)
Menyoroti pernyataan pengamat sepak bola nasional, Bung Harpa terkait drawing Piala AFF 2026 yang dinilai menguntungkan bagi Timnas Indonesia (YouTube.com/BungHarpa - PSSI)

Pengamat sepak bola nasional, Bung Harpa, secara tegas menyebut Timnas Indonesia terbebas dari grup neraka di Piala AFF 2026.

Baca Juga: Perkuat kepercayaan publik, Kapolres Subang tegaskan media mitra strategis jaga kamtibmas

Hal itu disampaikannya melalui siniar di kanal YouTube pribadinya, Kamis, 15 Januari 2026.

“Timnas Indonesia terbebas dari grup neraka di AFF 2026. Harusnya sih kita bisa mengunci gelar juara AFF,” ujar Bung Harpa.

Ia mengingatkan bahwa gelar juara Piala AFF sudah lama dinantikan publik sepak bola Indonesia.

Sejak turnamen ini pertama kali digelar pada 1996, Timnas Indonesia belum sekalipun berhasil mengangkat trofi juara.

Baca Juga: Ray Rangkuti bongkar mudarat Pilkada lewat DPRD, ingatkan krisis kepercayaan publik dan ancaman demokrasi

“Sudah 30 tahun kita ikut AFF, tapi belum pernah merasakan juara. Dengan kondisi grup seperti ini, momentumnya sangat tepat,” tambahnya.

John Herdman dituntut persembahkan gelar juara

Lebih lanjut, Bung Harpa menilai ekspektasi publik terhadap John Herdman tak bisa dihindari. Pelatih asal Kanada itu dituntut mampu memaksimalkan peluang emas yang ada.

“Siapa pun pelatihnya, termasuk sekarang John Herdman, sebaiknya kunci juara AFF. Tidak ada alasan,” tegasnya.

Meski demikian, Bung Harpa mengingatkan agar publik tetap bersikap rasional dalam menilai proses pembangunan tim.

Baca Juga: APDESI Subang bongkar modus 'surat cinta' oknum LSM, hampir seluruh kades pernah diintimidasi

Menurutnya, kegagalan di AFF 2026 tidak serta-merta harus direspons dengan tuntutan pergantian pelatih.

“Kalau nanti gagal atau performanya biasa saja, bukan berarti Herdman langsung harus pergi. Tetap harus dilihat prosesnya,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X