Pada tahun 2008, Ajax Amsterdam menerima Jairo untuk membela tim muda Ajax dari tim kelompok 17-21 tahun.
Kemudian, Jairo promosi ke tim utama Ajax kala dirinya berusia 18 tahun pada 2014 lalu. Kala itu, dirinya mendapat kepercayaan dari Ajax yang kala itu dilatih oleh Frank de Boer.
Selama tiga musim di tim utama Ajax, Riedewald mengemas 93 penampilan dengan kontribusi tiga gol dan tiga assist di Eredivisie.
Pada usia yang baru 21 tahun, Riedewald menerima tawaran Crystal Palace untuk merumput di Premier League. Mahar 9 juta euro atau Rp153 miliar jadi nilai pasar tertinggi Jairo.
3. Mitchel Bakker
Bek kiri LOSC Lille, Bakker tengah menjadi perbincangan publik sepak bola Tanah Air.
Bakker diklaim memiliki darah keturunan Indonesia yang berasal dari kakeknya yang lahir di Maluku.
Bek jangkung berpostur 189 cm itu lahir di Purmered, Belanda, dan kini usianya 24 tahun.
Bakker memulai karier juniornya di Ajax Amsterdam sebelum kemudian merumput di beberapa klub top Eropa.
Kala itu, Bakker masuk ke tim kelompok usia 17-21 Ajax pada periode tahun 2015-2019.
Kemudian bek jangkung keturunan Maluku itu sempat membela klub Perancis, PSG (2021) dan Bayern Leverkusen (2021-2023).
Pada tahun 2024, Bakker mencapai pencapaian terbesarnya ketika ia membawa Atalanta ke final Liga Europa.
Artikel Terkait
Sorotan Kluivert soal pemain Garuda yang jarang dapat menit bermain di klub hingga minta tidak hanya fokus ke sesi latihan
PSSI ungkap peran ganda Patrick Kluivert di kursi kepelatihan Garuda, bakal jadi 'magnet' pemain Grade A di Eropa?
Tajam! begini momen Najwa Shihab bikin Kluivert enggan jawab pertanyaannya berkali-kali, dari rumor judi bola hingga pengaturan skor
Filosofi permainan ala Kluivert bersama Garuda jelang kontra Australia di Kualifikasi Piala Dunia 2026, menyerang atau bertahan?
Sebut Shin Tae-yong lebih cocok jualan ketimbang latih Timnas, Bung Towel dikecam sang penerjemah STY usai lempar ejekan ini di medsos
Akankah Kluivert lanjutkan tren positif STY bersama Timnas Indonesia? begini misi terselubung PSSI gaet sang meneer Belanda itu
Ragam sentimen Bung Towel ke STY selama hampir 5 tahun jadi pelatih Garuda, soal local pride hingga ‘anak pramuka di medan perang’