Bek muda yang kini membela Venezia itu mulai fokus untuk mengembangkan karier di dunia sepak bola terjadi pada tahun 2018.
"Kemudian saya mulai bermain untuk Timnas Futsal Belanda U-17. Kami melawan Spanyol, Portugal, Italia, hingga Rusia," sebut Jay Idzes.
Baca Juga: Prabowo: Tak ada niat sedikitpun pemerintah persulit kehidupan rakyat Indonesia
"Namun, alasan utama mengapa saya beralih (dari futsal ke sepak bola) terjadi sekitar tahun 2018. Sampai akhirnya saya harus memilih antara sepak bola atau futsal," tuturnya.
Jay Idzes menilai pilihan kariernya itu adalah keputusan yang mudah karena impiannya cenderung ingin bermain di rumput hijau dengan sepatu bola di kakinya.
"Jadi itu adalah keputusan yang cukup mudah karena saya selalu ingin bermain di lapangan hijau seperti pemain sepak bola pada umumnya," tandasnya.***
Artikel Terkait
Ketatnya persaingan Grup B di ajang Piala AFF 2024, inilah 4 tim yang masih punya harapan untuk lolos ke semifinal!
Justin Hubner ungkap alami gegar otak hingga kemungkinan absennya membela Timnas Indonesia jika lolos ke semifinal AFF 2024
Meski gagal di Piala AFF, inilah deretan prestasi STY di sepanjang tahun 2024 bersama Garuda!
Turunkan 12 pemain ke lapangan? insiden sepak bola ini terjadi di liga divisi utama Indonesia, klubnya terancam denda Rp90 juta
Ups! seperti ini cara Agensi STY gunakan artis Korsel minta dukungan agar Shin Tae-yong tetap bisa bertahan sebagai pelatih Timnas Indonesia
Rekor buruk Ruben Amorim, pelatih baru MU yang digadang bawa kejayaan malah terperosok ke zona degradasi
Francois Letexier, wasit kontroversial yang pernah kubur mimpi Garuda U-23 ke Olimpiade dinobatkan jadi pengadil terbaik tahun 2024