2. Persentase waktu bermain
Soal waktu bermain untuk klub pada musim 2024-2025, persentase Kevin Diks bersama FC Copenhagen sebesar 91 persen, sementara Jay Idzes bersama Venezia hanya sebesar 86 persen.
Artinya, Kevin Diks mendapatkan kepercayaan klubnya sebagai pemain utama lebih besar dibandingkan dengan Jay Idzes.
Baca Juga: Ini dia wasit wanita timur tengah yang terlibat kasus skandal yang viral di medsos
Akan tetapi, Jay Idzes mampu mengimbangi performa Kevin Diks dalam hal waktu bermain.
Tercatat, dirinya mendapatkan skor 82 persen menit bermain dan Kevin Diks memperoleh 85 persen menit bermain.
3. Gol dan umpan gol (assist)
Terkait partisipasi mereka dalam gol bagi klub, Kevin Diks menang telak apabila dibandingkan dengan Jay Idzes.
Sebab, Kevin Diks kini telah mampu mencetak 3 gol dan 2 assist dalam 10 pertandingan bersama klubnya yang bermain di Liga Denmark.
Baca Juga: Lebih dari sekadar relaksasi, ini 8 manfaat mandi air hangat bagi kesehatan
Sementara Jay Idzes pada musim ini belum mempersembahkan satu biji gol dan assist pun selama 6 pertandingan dengan klubnya di Liga Italia.
4. Perbedaan karakter bermain
Kehadiran Kevin Diks bagi skuad Timnas Indonesia juga berpotensi untuk mengubah tatanan lini pertahanan Shin Tae-yong.
Sebagian fans menilai, duet antara Jay Idzes dan Kevin Diks akan membuat lini pertahanan Timnas Indonesia semakin solid.
Akan tetapi, ada perbedaan karakter bermain antara Jay Idzes dengan Kevin Diks, yaitu terkait posisi mereka di lapangan hijau.
Artikel Terkait
Suka bola? berikut 3 Klub besar sepak bola di Indonesia
Dua raksasa sepak bola, Madrid dan Muenchen lolos ke babak semifinal Liga Champions
Dr. Imran apresiasi antusiasme masyarakat Subang terhadap sepak bola hingga padati Alun-akun Subang buat nobar Timnas U-23 Indonesia lawan Uzbekistan
PT Dahana dukung Persikas, Ahmad Fachruddin berharap klub sepak bola Subang bisa tembus Liga 2
Hari Bhayangkara ke-78, Polres Subang gelar pertandingan persahabatan sepak bola dengan para jurnalis
Suporter Indonesia perlu belajar dari Belanda tentang cara menikmati sepak bola
Akhir perjalanan Andres Iniesta hingga jadi pemain sepak bola ikonik, kerap dijuluki ‘El Cerebro’, ternyata begini alasannya