Deretan sanksi Komdis PSSI terhadap pelanggaran pemain hingga panitia pertandingan: Demi tragedi Kanjuruhan tak terulang lagi

photo author
Abdul Rouf, Genmilenial
- Rabu, 2 Oktober 2024 | 16:32 WIB
Poster Peringatan 2 Tahun Tragedi Kanjuruhan. (Instagram.com/@pssi)
Poster Peringatan 2 Tahun Tragedi Kanjuruhan. (Instagram.com/@pssi)

GENMILENIAL.ID - Pada tanggal 1 Oktober 2022 silam, terjadi sebuah peristiwa memilukan di tanah air.

Sebuah insiden penghimpitan kerumunan yang fatal usai pertandingan sepak bola di Stadion Kanjuruhan, Jawa Timur.

Pada saat itu, tim tuan rumah Arema kalah dari rivalnya Persebaya Surabaya. Hal itu membuat sekitar 3.000 penonton di stadion turun riuh ke lapangan.

Sebagian penonton yang turun ke lapangan tersebut menyulut kekacauan yang berujung pada tindakan aparat keamanan menembakkan gas air mata ke arah tribun penonton.

Baca Juga: KPU : Tak ada tempat bagi kotak kosong dalam kampanye debat Pilkada 2024

Celakanya, tujuan aparat untuk membubarkan massa itu justru berujung malapetaka.

Tindakan pembubaran tersebut pada akhirnya justru merenggut nyawa 135 orang dan sekaligus mencoreng wajah sepak bola Indonesia.

Wakil Ketua Umum PSSI Ratu Tisha Destria menyebut peristiwa Kanjuruhan itu sebagai tragedi 'horor' yang tak boleh terulang lagi di masa yang akan datang.

"Hari ini kebetulan tepat dua tahun sejarah tragedi horor yang kita alami di dunia sepak bola dua tahun lalu," kata Tisha dalam konferensi pers 'Terorisme Melalui Olahraga' di Bali, pada hari Selasa, tanggal 1 Oktober 2024 lalu.

Baca Juga: Menilik perjalanan karier Marissa Haque yang tutup usia, jadi artis tenar era 80 hingga terjun di dunia politik

Pada kesempatan itu, Tisha menekankan pentingnya kolaborasi untuk memaknai dua tahun tragedi Kanjuruhan tersebut.

"Kolaborasi yang erat, jangan satu-satu. Tidak ada dari kami yang bisa sendiri-sendiri dan ini merupakan salah satu nilai bangsa kita yaitu gotong royong," terangnya.

Menyikapi tragedi tersebut, Tisha juga mengajak masyarakat untuk mampu menyusun konsep lebih baik untuk kemajuan sepak bola di tanah air.

"Saatnya kita berbuat, saatnya kita menyusun konsep bersama-sama karena mungkin sepak bola tidak bisa menemukan solusinya sendiri," tandasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rouf

Sumber: PSSI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X