news

Banjir lumpur timpa warga Desa Curugrendeng, Pemda Subang hentikan sementara aktifitas PT BPS

Minggu, 30 April 2023 | 15:39 WIB
Bupati Subang, H. Ruhimat berikan keterangan pers pada Minggu 30 April 2023

GENMILENIAL.ID - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Subang meminta untuk dihentikan sementara segala aktifitas yang berhubungan dengan alih fungsi lahan PTPN yang bekerja sama dengan PT Bintang Pratama Sejahtera (PT BPS).

Hal tersebut disebabkan karena terjadinya banjir lumpur yang kembali menimpa pemukiman warga Desa Curugrendeng Kecamatan Jalancagak, yang merupakan masyarakat disekitar proyek tersebut pada Rabu, 26 April 2023.

"Banjir lumpur saya minta kemarin khususnya Camat dan Satpol PP, kalau sebelum ada perijinan keluar, saya minta jangan ada aktifitas," kata Bupati Subang H. Ruhimat (Kang Jimat) usai membuka Gebyar Hadiah Akbar Tridjaya Pagaden pada Minggu 30 April 2023.

Baca Juga: Banjir lumpur di Desa Curugrendeng, warga minta pihak pengembang PT Bintang segera lakukan penanganan

Selanjutnya, Bupati Subang pun hanya mengijinkan pihak pengembang hanya untuk penanganan saluran supaya banjir lumpur tidak kembali menimpa pemukiman warga.

"Kecuali dalam rangka menangani saluran agar jangan sampai banjirnya kesana lagi, aktivitas saya minta untuk dihentikan terlebih dahulu," kata Kang Jimat

Sebagaimana diketahui bahwa tanah PTPN yang dialih fungsikan dengan luas lebih dari 40 hektar tersebut akan digunakan proyek pemerintah dalam ketahanan pangan nasional yaitu penanaman kentang.

Pihak pengembang, dalam hal ini PT. BPS baru lakukan aktifitas Land Clearing (Pembersihan lahan yang akan dijadikan area pertanaman). 

Hal tersebut juga yang dianggap sebagai sumber bencana datangnya banjir lumpur saat musim hujan yang terus berulang bagi pemukiman masyarakat dan warga sekitar di Desa Curugrendeng.

Baca Juga: Dengarkan keluhan warga Curugrendeng, Ketua TMP Jabar fasilitasi warga dengan Anggota DPR RI Komisi IV

Sebagai informasi ada dua kampung di Desa Curugrendeng yang menjadi area terdampak dari banjir lumpur tersebut yaitu Kampung Babakan (RW.05) dan Kampung Jabong (RW.06).

Kampung Babakan (RW.05) warga terdampak berada di RT.15, sedangkan Kampung Jabong (RW.06) warga yang terdampak terdiri dari RT.18, RT.19, RT.40 dan RT.41.

Melihat hal tersebut, Bupati Subang pun saat ini menghentikan sementara aktifitas PT. BPS.

"Daripada membahayakan, mestinya diambil langkah-langkah dulu dong, jangan sampai terjadi seperti itu, Insya Allah ya mudah-mudahan," kata Kang Jimat.

Halaman:

Tags

Terkini