Baca Juga: Kantor Pemkot Palangka Raya dikepung kebakaran, BPBD ungkap sumber api sisa karhutla sebelumnya
Selain penghargaan tersebut, Kang Rey juga menyerahkan apresiasi kepada pencetus Senam Santri Subang Ngabret Tahun 2026.
Kang Rey tekankan peran santri dalam pembangunan
Dalam amanat Menteri Agama Republik Indonesia Prof. KH. Nasaruddin Umar yang dibacakannya, Kang Rey menyampaikan bahwa Hari Santri menjadi momentum untuk mengenang perjuangan ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Amanat tersebut juga menekankan bahwa santri bukan hanya penjaga nilai-nilai agama, melainkan bagian penting dari perjalanan bangsa.
Perjuangan para pendahulu, menurut amanat itu, perlu dilanjutkan melalui pengabdian, karya, dan kontribusi nyata.
Baca Juga: Pakai bahasa Jawa, anggota parlemen Malaysia kirim pesan soal karhutla
Kang Rey kemudian mengingatkan santri agar terus meningkatkan kapasitas diri dan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu maupun berkarya.
“Sebagaimana pesan yang sering kita dengar di pesantren, man jadda wajada, barang siapa bersungguh-sungguh, maka ia akan berhasil. Pesantren memiliki kekuatan besar dalam membangun karakter bangsa,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, keberadaan direktorat tersebut secara khusus menangani pengembangan dan penguatan pesantren.
Baca Juga: 12 Pekerja Di-PHK, SPN Subang bongkar dugaan intimidasi pengurus serikat di VinFast
Kontingen PORSADIN dilepas menuju tingkat provinsi
Pada kesempatan yang sama, Kang Rey bersama Kang Akur melepas kontingen Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) Kabupaten Subang yang akan mengikuti kegiatan tingkat Provinsi Jawa Barat di Kabupaten Cianjur.
Kang Rey juga mengingatkan bahwa Hari Santri bukan hanya milik umat Islam, tetapi seluruh bangsa Indonesia yang menghargai perjuangan dan menjunjung tinggi gotong royong.