news

Malaysia terganggu kabut asap karhutla RI, Menko PMK ungkap langkah pemerintah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:12 WIB
Menko PMK Sugiono memberikan keterangan terkait respon pemerintah Indonesia terhadap pesan dari anggota parlemen Malaysia mengenai kabut asap akibat karhutla (Ig/@sugiono_56)

GENMILENIAL.ID – Pemerintah Indonesia merespons sorotan parlemen Malaysia terkait kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak hingga ke negara tetangga.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono mengatakan pemerintah terus melakukan koordinasi untuk menangani persoalan tersebut.

Dalam keterangan resminya pada Kamis 22 Oktober 2026, Sugiono menyebut pemerintah Indonesia memahami kekhawatiran Malaysia terhadap dampak kabut asap.

Baca Juga: Kantor Pemkot Palangka Raya dikepung kebakaran, BPBD ungkap sumber api sisa karhutla sebelumnya

Menurutnya, masyarakat Indonesia juga merasakan langsung dampak kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di dalam negeri.

Pemerintah, kata dia, mengapresiasi iktikad baik Malaysia yang menyatakan kesediaan membantu penanganan persoalan tersebut.

Menko PMK sebut Indonesia juga merasakan dampak karhutla

Sugiono menegaskan, dampak karhutla tidak hanya dirasakan negara tetangga, tetapi juga masyarakat Indonesia yang berada di wilayah terdampak kebakaran dan asap.

“Kemudian yang kedua, tentu saja kita memahami karena sebagai bangsa kita juga merasakan dampak langsung, masyarakat kita merasakan dampak langsung dari karhutla ini,” kata Sugiono.

Baca Juga: Pakai bahasa Jawa, anggota parlemen Malaysia kirim pesan soal karhutla

Ia menjelaskan, Indonesia menjadi pihak yang turut merasakan dampak kebakaran hutan dan lahan tersebut. Karena itu, pemerintah terus berupaya menangani karhutla sekaligus membuka ruang koordinasi dengan negara-negara yang terdampak kabut asap lintas batas.

“Saya kira apa yang dirasakan oleh negara-negara tetangga juga yang paling pertama merasakannya adalah kita. Oleh karena itu, kita juga berterima kasih atas iktikad baik untuk membantu Indonesia,” sebutnya.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul sorotan dari anggota parlemen Malaysia, Kalam Salan, yang sebelumnya menyinggung persoalan kabut asap akibat karhutla Indonesia dalam sidang Dewan Rakyat Malaysia.

Baca Juga: 12 Pekerja Di-PHK, SPN Subang bongkar dugaan intimidasi pengurus serikat di VinFast

Halaman:

Tags

Terkini