news

Sekolah bisa terapkan MBG prasmanan, BGN ungkap syarat dan aturan porsinya

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:28 WIB
Program MBG dengan sistem prasmanan mulai diuji coba di SMK Yatindo, Mustika Jaya, Kota Bekasi, untuk memberi keleluasaan siswa (Ig/@badangizinasional.ri)

Dalam sistem prasmanan, siswa memiliki keleluasaan mengambil makanan sesuai kebutuhan.

Baca Juga: 478 Titik panas terdeteksi di Indonesia, Sumatera Selatan paling banyak

Mereka juga dimungkinkan mendapatkan tambahan makanan apabila masih merasa lapar dan persediaan masih tersedia.

Meski demikian, keleluasaan mengambil makanan bukan berarti aturan porsi dan standar gizi diabaikan. BGN memastikan setiap siswa tetap memperoleh porsi awal sesuai takaran yang telah ditentukan.

Komponen makanan yang disajikan, mulai dari nasi hingga sumber protein, juga harus memenuhi standar gizi yang berlaku.

Dengan demikian, sistem prasmanan tetap mengacu pada ketentuan pemenuhan gizi dalam program MBG.

Baca Juga: Anak Krakatau erupsi 5 kali, abu vulkanik capai 4.000 kaki dan bergerak ke Banten

Sudaryono menjelaskan, makanan tambahan dapat diberikan setelah seluruh siswa memperoleh porsi awal.

Mekanisme ini dimaksudkan agar pembagian makanan tetap memperhatikan kebutuhan seluruh siswa.

“Porsi awal tetap harus ditakar sesuai standar. Setelah semua siswa mendapatkan bagiannya, disiapkan pula makanan tambahan untuk siswa yang masih membutuhkan. Dengan begitu, kebutuhan makan siswa dapat dilayani dengan lebih baik,” jelas Sudaryono.

Pengaturan tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan MBG prasmanan.

Baca Juga: Gagal di mobil listrik, mobil hybrid China kini diganjal eropa!

Sekolah dan penyedia makanan perlu memastikan pembagian porsi awal berjalan sesuai ketentuan sebelum memberikan tambahan kepada siswa yang masih membutuhkan.

SMK Yatindo Bekasi sudah melakukan uji coba

Salah satu sekolah yang telah melakukan uji coba MBG dengan sistem prasmanan adalah SMK Yatindo di Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi.

Halaman:

Tags

Terkini