GENMILENIAL.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) membuka kesempatan bagi sekolah untuk menerapkan sistem penyajian prasmanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Namun, penerapan sistem ini tidak bisa dilakukan secara langsung karena sekolah harus mengikuti proses pendaftaran dan pelatihan terlebih dahulu.
Kepala BGN Sudaryono menjelaskan, tahapan tersebut diperlukan agar sekolah dan dapur penyedia makanan memahami mekanisme pelayanan MBG prasmanan sesuai standar yang ditetapkan.
Baca Juga: Orang tua sedang sarapan, ini kronologi balita tewas terjatuh dari hotel Samarinda
“BGN membuka kesempatan bagi sekolah yang ingin menerapkan sistem tersebut, dengan terlebih dahulu mengikuti proses pendaftaran dan pelatihan,” ujar Sudaryono dalam situs resmi bgn.go.id yang diakses Sabtu, 17 Oktober 2026.
Sekolah harus memenuhi syarat penerapan MBG prasmanan
Penerapan MBG dengan sistem prasmanan membutuhkan persiapan dari pihak sekolah maupun dapur penyedia makanan.
Keduanya perlu memahami mekanisme penyajian agar pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan.
Selain mengikuti pendaftaran dan pelatihan, kesiapan dapur penyedia makanan serta pihak sekolah menjadi pertimbangan dalam penerapan sistem tersebut.
Baca Juga: Tragis! Wanita 25 tahun tewas usai tergelincir di Air Terjun Robo Harau
Dengan tahapan itu, sekolah diharapkan memahami tata cara pelayanan makanan, termasuk pengaturan porsi dan pemenuhan kebutuhan gizi siswa.
BGN juga akan menerapkan sistem prasmanan secara bertahap. Pelaksanaannya mempertimbangkan kesiapan fasilitas, peralatan, sekolah, serta hasil evaluasi uji coba yang telah dilakukan.
Artinya, kesempatan menerapkan MBG prasmanan tetap disertai persyaratan yang perlu dipenuhi sebelum sistem tersebut dijalankan di sekolah.
Aturan porsi dan gizi siswa tetap berlaku