Baca Juga: Tim SERBU Presisi Polres Subang amankan 8 remaja dalam patroli dini hari
Nama Babah Alun kemudian melekat dengan perjalanan hidup Jusuf Hamka, termasuk kiprahnya sebagai seorang muslim keturunan Tionghoa.
ANTARA mencatat, Jusuf Hamka terlahir dengan nama Josef Alun. Ia kemudian memeluk Islam pada 1981 di bawah bimbingan Buya Hamka yang menjadi ayah angkatnya.
Perjalanan tersebut menjadi bagian penting dari sosok Jusuf Hamka yang kemudian dikenal bukan hanya sebagai pengusaha, tetapi juga melalui berbagai aktivitas sosial dan pembangunan masjid.
Baca Juga: DPR ungkap dugaan jual beli sel, sebut Lapas Cibinong punya 'President Suite'
Sempat terjun ke dunia politik
Di luar aktivitas bisnis dan sosial, Jusuf Hamka juga sempat masuk ke dunia politik melalui Partai Golkar.
Pada 2024, namanya dikaitkan dengan pencalonan kepala daerah. Namun, ia kemudian mengundurkan diri dari kepengurusan partai sekaligus pencalonan Pilkada.
Dalam surat pengunduran dirinya, Jusuf Hamka menyebut ingin melanjutkan program Masjid Babah Alun di 38 provinsi dan kembali pada cita-citanya sebagai pekerja sosial.
Ia juga menyampaikan faktor usia serta pertimbangan keluarga sebagai bagian dari alasan pengunduran dirinya dari aktivitas politik tersebut.
Kini jadi anggota Wantimpres
Setelah sempat meninggalkan aktivitas politik praktis, Jusuf Hamka kini kembali mendapat peran dalam pemerintahan.
Presiden Prabowo Subianto melantik 26 anggota Wantimpres di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.
Dalam susunan pimpinan baru, Pratikno dipercaya sebagai Ketua Wantimpres, Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua, dan Muhammad Qodari sebagai Sekretaris. Jusuf Hamka tercatat sebagai salah satu anggota.