Serapan APBD jadi pekerjaan rumah
Agenda lain yang langsung menjadi perhatian Rona adalah penyerapan anggaran. Pasalnya, Kabupaten Subang kini hanya memiliki waktu sekitar tiga bulan untuk menyelesaikan pelaksanaan APBD tahun berjalan.
“Ya itu tugas berat Sekda sekarang karena memang kita tinggal tiga bulan lagi. Serapan anggaran ditambah sekarang kita baru penetapan APBD perubahan,” kata Kang Rey.
Meski demikian, ia mengaku optimistis target penyerapan anggaran dapat dicapai.
Kang Rey berkaca pada kondisi tahun sebelumnya ketika serapan anggaran sempat menjadi perhatian, tetapi pada akhir tahun mampu mencapai lebih dari 95 persen.
Baca Juga: Surat Bupati beredar, Rona Mairansyah akan dilantik besok: Jadi Sekda?
“Saya optimis sama seperti tahun lalu, ketika tahun lalu digembor-gemborkan serapan kita kecil, tapi pada finishing-nya ternyata alhamdulillah bisa mencapai 95 persen ke atas,” ujarnya.
Kang Rey juga menyatakan keyakinannya terhadap kemampuan Rona dalam mengawal persoalan tersebut.
“Saya rasa Pak Rona dengan kemampuannya, saya yakin bisa menyelesaikan itu semua,” katanya.
Rona petakan masalah dari akar
Sementara itu, Rona Mairansyah menyampaikan strategi awalnya sebagai Sekda. Ia akan melakukan pemetaan terhadap berbagai persoalan di Kabupaten Subang untuk menemukan hambatan utama yang perlu segera ditangani.
Baca Juga: APBD Perubahan Subang 2026 disetujui, Kang Rey akui belum semua kebutuhan warga terpenuhi
“Strategi utama yang akan diimplementasikan meliputi identifikasi masalah, melakukan pemetaan komprehensif terhadap seluruh wilayah di Kabupaten Subang untuk mendeteksi bottleneck atau hambatan utama yang menghambat kemajuan,” ujar Rona.
Ia mengatakan penyelesaian persoalan akan diarahkan pada akar masalah agar solusi yang dihasilkan tidak bersifat sementara.
Pendekatan tersebut akan diterapkan pada sejumlah sektor, termasuk pariwisata, penanggulangan banjir, stunting, kemiskinan hingga ketenagakerjaan.